Rektor USM: Pendidikan Jadi Fondasi Utama Membangun Peradaban Bangsa

  • 08 Mei 2026 10:52 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari M.T menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa dan sumber daya manusia unggul.

Hal itu disampaikan dalam program talkshow Rektor Menyapa bertema “Dari USM untuk Negeri” di Radio USM Jaya. Supari mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei juga menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan.

''Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun bangsa dan mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,'' ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.

Supari juga mengajak generasi muda memanfaatkan pendidikan sebagai sarana membangun integritas dan wawasan. ''Pendidikan bukan hanya soal gelar, tetapi bagaimana kita membangun integritas, wawasan, dan kontribusi bagi bangsa,'' ujarnya.

Ia mengatakan pendidikan bermutu tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang merata.

USM, lanjutnya, berkomitmen membuka akses pendidikan lebih luas melalui program beasiswa dan skema pembiayaan terjangkau. Langkah tersebut dilakukan tanpa mengabaikan kualitas pembelajaran.

Selain itu, USM juga fokus memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja. Pemanfaatan teknologi pembelajaran juga terus dikembangkan.

“USM akan terus berkomitmen membuka akses pendidikan yang lebih luas melalui program beasiswa dan skema pembiayaan terjangkau, tanpa mengabaikan kualitas pembelajaran. Penguatan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja serta pemanfaatan teknologi juga menjadi fokus utama,” ucapnya.

Supari menambahkan, USM aktif menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat. Program tersebut meliputi pendampingan UMKM, literasi digital, edukasi kesehatan, hingga pelatihan keterampilan generasi muda.

Mahasiswa USM juga diterjunkan langsung ke masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). ''Mahasiswa kami juga diterjunkan langsung ke masyarakat melalui program KKN untuk mengidentifikasi permasalahan dan memberikan solusi yang aplikatif,'' ucapnya.

Dalam bidang kolaborasi, USM terus menjalin kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan komunitas. Kerja sama tersebut dilakukan untuk menciptakan pendidikan yang relevan dan berdampak luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....