Dorong Kemandirian Ekonomi, USM Perkuat Peran Perempuan Tani di Kendal
- 04 Mei 2026 15:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Universitas Semarang (USM) mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan peran perempuan tani di Kabupaten Kendal. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan pengelolaan usaha bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Kali Putih, Singorojo.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti 15 anggota KWT yang selama ini mengelola usaha rumahan. Usaha tersebut meliputi produksi kopi bubuk, aneka keripik, hingga budidaya sayuran.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) USM, Teti Susilowati, mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha agar lebih produktif. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk mengangkat potensi lokal yang belum dimaksimalkan.
''Kami memberikan materi tentang pemanfatan komoditas yang menonjol di daerah tersebut, yaitu ketela pohon/singkong yang diolah dengan berbagai inovasi olahan. Bahan komoditas tersebut bernilai ekonomi yang tinggi, sehingga menambah pendapatan keluarga, pemasaran dan pengelolaan keuangan,'' katanya melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menambahkan, penguatan usaha juga perlu didukung dengan adaptasi teknologi dan pengelolaan keuangan yang baik agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. ''Ciri-ciri dari wirausahawan itu dapat meliputi kreatif, niat yang kuat, memiliki semangat yang tinggi, jiwa leadership yang bagus, serta komitmen yang tinggi,'' katanya.
Anggota tim PkM, Emy Susiatin, juga menekankan pentingnya pencatatan keuangan dalam usaha. Pembukuan yang tertib dinilai menjadi kunci untuk memantau perkembangan usaha dari waktu ke waktu.
“Sehingga akan terlihat bagaimana perkembangan usahanya dari waktu ke waktu. Pada intinya keuangan usaha harus terpisah dengan keuangan rumah tangga, dan harus tertib tercatat dalam pembukuan kas, buku penjualan, pembelian bahan, persediaan,'' ujarnya.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Wahyu Puspitasari, menyebut pentingnya diversifikasi sumber pendapatan keluarga sebagai langkah antisipasi terhadap risiko ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan. ''Kami berharap, dengan kegiatan ini ibu-ibu semakin menyadari perlunya melakukan pengelolaan usaha yang baik dan konsisten,'' ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan perempuan tani di Kendal mampu meningkatkan kapasitas usaha dan berkontribusi terhadap ekonomi keluarga. Selain itu, penguatan peran perempuan juga diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....