Peneliti USM Tampil di Forum Ilmiah, Bahas Pangan Sehat untuk Masyarakat

  • 04 Mei 2026 14:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Empat orang peneliti dari Universitas Semarang (USM) turut ambil bagian dalam kegiatan ilmiah bertajuk FORC3S Workshop and Scientific Meeting (FORC3S AWSM) 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi hasil riset pangan yang berorientasi pada kesehatan dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Food Innovation and Development for Sustainability(FIND4S) Indonesia yang merupakan hasil kolaborasi dengan konsorsium Erasmus Plus. Forum ilmiah yang digelar di Hotel Novotel Semarang pada 4–5 Mei 2026 tersebut menghadirkan dua agenda utama, yakni presentasi hasil penelitian dan lokakarya penulisan artikel ilmiah jurnal internasional.

Sebanyak 40 artikel ilmiah dipresentasikan oleh peneliti dari berbagai perguruan tinggi. Di antaranya Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Universitas Tidar (Untidar), Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (Untag), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Kartini (Unkartur), dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Artikel hasil riset tersebut direncanakan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi kuartil 3 (Q3). Publikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset sekaligus kontribusinya bagi masyarakat, khususnya di bidang pangan.

Dari USM, peneliti Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) turut mempresentasikan berbagai inovasi pangan fungsional. Riset tersebut berfokus pada pengembangan produk pangan yang lebih sehat dan bernilai tambah bagi masyarakat.

Prof. Dr. Rohadi memaparkan inovasi teh kombucha berbasis ekstrak buah duwet (Java Plum). Penelitian ini bertujuan meningkatkan nilai fungsional minuman kesehatan berbasis bahan lokal.

Dr. Mita Nurl Azkia mengangkat penelitian mi berbahan tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai alternatif pangan. Sementara, Antonia Nani Cahyanti mempresentasikan minuman fungsional dari fermentasi susu whey dengan kultur SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast).

Selain itu, Anisa Rachma Sari menyampaikan penelitian terkait karakteristik yogurt berbahan susu nabati. Inovasi ini dinilai relevan untuk mendukung tren konsumsi pangan sehat berbasis nabati.

Ketua penyelenggara sekaligus Koordinator FIND4S Indonesia, Dr. Yoga Pratama, menyebut kegiatan ini menjadi embrio penguatan budaya ilmiah di Indonesia. “Terus terang budaya presentasi ilmiah di Indonesia belum terbentuk, sebagaimana masyarakat kampus Eropa”, ucapnya melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menekankan pentingnya peneliti mempresentasikan langsung hasil risetnya untuk membuka peluang kolaborasi. Selain itu, lokakarya juga menghadirkan peneliti dengan indeks sitasi tinggi (H-index) untuk membimbing penulisan artikel ilmiah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil riset tidak hanya berhenti di ranah akademik. Akan tetapi, juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadirkan inovasi pangan sehat yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....