Juara Kaligrafi Jateng Diguyur Rp15 Juta, Bukti Apresiasi atau Sekadar Seremoni?

  • 03 Mei 2026 15:11 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Hari Pendidikan Nasional
  • Juara Kaligrafi Jateng Diguyur Rp15 Juta, Bukti Apresiasi atau Sekadar Seremoni?

RRI.CO.ID, Pekalongan - Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Pekalongan tak sekadar seremoni. Pemerintah daerah menunjukkan bentuk apresiasi konkret kepada pelajar berprestasi dengan mengganjar juara kaligrafi tingkat Provinsi Jawa Tengah, M. Zhafif Tsabit Qeis, uang pembinaan senilai Rp15 juta.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, usai memimpin upacara di kompleks Setda, Sabtu 2 Mei 2026. Langkah ini menjadi sinyal bahwa prestasi siswa terutama di bidang keagamaan dan seni mulai mendapat ruang lebih dalam kebijakan daerah.

Zhafif, siswa SMP Negeri 1 Kedungwuni, sebelumnya menyabet juara I cabang kaligrafi dalam ajang MAPSI SMP Jawa Tengah pada Oktober 2025. Di usianya yang masih duduk di kelas VII, capaian tersebut menempatkannya sebagai salah satu talenta muda potensial di bidang seni islami.

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Kedungwuni, Khoirul Huda, menilai penghargaan dari pemerintah daerah menjadi suntikan motivasi, bukan hanya bagi Zhafif, tetapi juga bagi siswa lain. Namun di balik apresiasi itu, terselip catatan, Sistem kompetisi yang membatasi juara satu hanya sekali di tiap jenjang membuat ruang aktualisasi siswa berprestasi menjadi terbatas.

“Untuk tingkat SMP, setelah juara satu, harus jeda dulu. Kesempatan berikutnya baru di jenjang SMA,” ujarnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan lebih luas, apakah ekosistem pembinaan sudah cukup memberi ruang berkelanjutan bagi siswa berbakat, atau justru berhenti pada seremoni penghargaan.

Di sisi lain, Zhafif memilih merespons pencapaiannya dengan sederhana. Ia menyebut keberhasilan itu sebagai anugerah sekaligus hasil dukungan lingkungan sekolah. “Saya bersyukur atas kemampuan yang saya miliki di bidang kaligrafi,” katanya.

Sekolah memastikan pembinaan tidak berhenti. Dukungan lanjutan disebut akan difokuskan pada pengembangan teknik, kreativitas, dan kesiapan menghadapi kompetisi di jenjang berikutnya.

Fenomena ini memperlihatkan dua sisi sekaligus, di satu sisi, pemerintah daerah mulai hadir memberi penghargaan nyata, di sisi lain, tantangan keberlanjutan pembinaan masih menjadi pekerjaan rumah. Tanpa sistem yang berkesinambungan, prestasi berisiko berhenti sebagai capaian sesaat—bukan investasi jangka panjang bagi lahirnya seniman muda berkelas nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....