Pemkab Batang Genjot Pendidikan Bermutu Berbasis Kolaborasi Guru-Masyarakat
- 01 Mei 2026 09:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong terwujudnya pendidikan bermutu melalui kolaborasi antara guru dan masyarakat. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menjelaskan peningkatan mutu pendidikan dilakukan dari berbagai aspek, salah satunya melalui penguatan kompetensi guru."Artinya, guru harus menggunakan metode pembelajaran kreatif dan kontekstual," terangnya saat dihubungi, Jumat, 1 Mei 2026.
Selain itu, kurikulum yang fleksibel dan relevan dengan perkembangan zaman juga menjadi perhatian. Pemanfaatan teknologi informasi dan sistem digitalisasi diharapkan mampu mendorong kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Menurut Bambang, pendidikan bermutu juga ditopang oleh kelengkapan sarana dan prasarana. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta didukung fasilitas seperti perpustakaan, laboratorium, dan teknologi informasi menjadi faktor penting dalam proses pembelajaran.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data yang valid dalam pengambilan kebijakan pendidikan. Data tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan asesmen nasional hingga evaluasi sistem pembelajaran secara menyeluruh.
Dukungan dari orang tua dan masyarakat, lanjutnya, tidak kalah penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. "Masyarakat juga harus mendukung dan peduli, terhadap lingkungan pendidikan yang kondusif," katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Batang, Moehamad Santoso, menilai kerja sama antara sekolah, siswa, orang tua, dan pemangku kebijakan harus berjalan seimbang."Jika semuanya tidak bekerja sama, maka sistem pembelajaran akan berjalan terseok-seok, tidak sesuai idealisme dunia pendidikan," ucapnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Limpung, Eminingsih, yang menekankan pentingnya pemerataan kualitas pendidikan. Ia menyebut pembelajaran kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan menjadi kunci dalam memberikan layanan pendidikan optimal bagi seluruh siswa.
"Sekolah juga memperkuat literasi, karakter, serta kemitraan dengan dinas dan masyarakat guna memastikan setiap siswa mendapat layanan pendidikan yang optimal. Dengan mengintegrasikan proyek kewirausahaan berbasis lingkungan adiwiyata," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....