Kecoa Robot Antarkan Tim Rotect Undip Raih Gold Medal di Malaysia Technology Expo
- 01 Mei 2026 07:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Fakultas Teknik Undip kembali mendapatkan kabar membanggakan. Tim Rotect dari Fakultas Teknik Undip berhasil meraih Gold Medal – Asia Youth Innovation Awards dalam kompetisi internasional bertajuk Malaysia Technology Expo (MTE) 2026. MTE merupakan kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh Malaysian Association of Research Scientists (MARS) pada 9-10 April 2026 di World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam kompetisi ini, ratusan tim dari puluhan negara saling bertarung. Para peserta menunjukkan hasil inovasi teknologi terbaru yang mereka kembangkan.
Tim terdiri dari Muhammad Faizul Kirom, Mega Adinda Ramadhani, Helmi Yusuf, Verrill Varian Jaya Kusuma, Septhian Kallolangi, Hasna Fadhilah Aulia, dan Nicholas David Marsen. Mereka sukses membawakan ide yang diberi judul “ROACH-DETECT: Cyborg Cockroach-Based System for Victim Detection in Disaster Ruins Using Edge Computing for SAR Operations”.
Model kecoa berdesis Madagaskar (gromphadorhina portentosa) yang telah dilengkapi dengan modul elektronik karya Tim Rotect. Muhammad Faizul Kirom, salah satu anggota, menuturkan bahwa inovasi ini bermula dari keprihatinan tim terhadap korban bencana yang sering kali sulit dijangkau oleh tim penyelamat.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim kemudian memanfaatkan kecoa berdesis Madagaskar (gromphadorhina portentosa). Kecoa ini dilengkapi dengan modul elektronik sebagai hewan pelacak.
“Tim kami mengembangkan pendekatan biohybrid, memanfaatkan kecoa jenis Madagascar Hissing cockroach sebagai platform mobilitas alami. Kalau anjing pelacak kan tidak bisa menelusuri area kecil, akhirnya kami ada solusi pakai hewan yang jauh lebih kecil lagi, buat menelusuri korban di reruntuhan,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis, 30 April 2026.
Ia menambahkan, di dalam modul nantinya tersedia mikrokontroler yang sudah diprogram untuk bisa mengendalikan arah kecoa sekaligus mendeteksi korban melalui pola suhu tubuh manusia. Hasil deteksi kemudian dikirimkan ke situs pengawas yang dapat diakses langsung oleh tim SAR.
“Di sistem ini, kecoa dilengkapi electronic backpack berbasis mikrokontroler yang berfungsi sebagai pusat kendali dan pemrosesan data. Kita juga bisa mengendalikan kecoanya pakai stimulus elektrik agar kecoanya bisa kita arahkan ke area reruntuhannya,” kata Kirom.
Kirom mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih emas melalui inovasi ini. Ia bersyukur bahwa ide ini bisa mendapatkan apresiasi yang baik dari para dewan juri.
“Tentunya kami sangat senang dan bersyukur bisa meraih Gold Award di MTE, apalagi melihat kompetisinya yang cukup ketat dengan peserta dari berbagai negara. Jadi ini benar-benar di luar ekspektasi kami,” ucapnya.
Ia berharap, selepas kompetisi ini, timnya bisa mengembangkan inovasi ini agar semakin sempurna dan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Prestasi ini menunjukkan komitmen Undip dalam pengembangan inovasi yang berguna dan bermanfaat untuk masyarakat.
“Harapan kami ke depannya, inovasi yang kami kembangkan tidak berhenti di kompetisi saja. Akan tetapi bisa terus disempurnakan dan diimplementasikan secara nyata,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....