Wacana Penutupan Prodi, Pengamat Ingatkan Risiko Homogenisasi Ilmu

  • 30 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Rencana Kemendikti Saintek untuk menutup program studi menuai perhatian dari kalangan akademisi karena berisiko terhadap adanya homogenisasi ilmu. Alih-alih penutupan, revitalisasi dinilai sebagai langkah yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Pengamat pendidikan Universitas BPD, Dr. Vinsensia Anisa Citta Erydani, menyebut bahwa revitalisasi program studi jauh lebih strategis dibandingkan penutupan. “Revitalisasi itu pilihan yang lebih cerdas dan sustainable., tidak membuang aset yang sudah ada, seperti dosen, fasilitas, dan basis keilmuan,” ungkapnya dalam wawancara bersama Pro 1 RRI Semarang, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, banyak program studi yang sebenarnya masih bisa dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Misalnya, sastra dapat diarahkan ke industri kreatif digital, pertanian ke smart agriculture atau agritech, serta manajemen ke business analytics dan entrepreneurship.

“Penutupan seharusnya menjadi opsi terakhir. Bukan kebijakan utama,” ucapnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan adanya risiko jangka panjang dari kebijakan tersebut, terutama terhadap keberagaman keilmuan di perguruan tinggi. Ia menilai, jika semua kampus hanya berfokus pada program studi yang sedang tren, maka ilmu dasar bisa terpinggirkan.

“Akan terjadi homogenisasi ilmu. Kampus berlomba membuka prodi yang tren, sementara bidang yang kurang populer bisa hilang, padahal bisa jadi penting di masa depan,” jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pencetak tenaga kerja, tetapi juga memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya, dan pembentukan pemikiran kritis. “Kalau terlalu reaktif, inovasi jangka panjang bisa terlambat,” ucapnya,

Ia pun mendorong agar kebijakan pendidikan tinggi tetap menjaga keseimbangan. Khususnya, antara kebutuhan industri dan pengembangan ilmu secara visioner. (Aritsu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....