Karnaval Paskah, Soegijapranata Catholic University Angkat Pesan Toleransi
- 30 Apr 2026 09:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Soegijapranata Catholic University (SCU) ikut mengambil bagian dalam Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 dengan menampilkan semangat toleransi lintas iman. Keterlibatan ini menjadi wujud komitmen kampus dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Partisipasi SCU melibatkan mahasiswa dari Campus Ministry serta penerima Program Beasiswa Paroki (Bespar). Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga membawa pesan nilai persaudaraan dan pelayanan.
Kepala UPT Kemahasiswaan dan Alumni SCU, Fx. Agung Prasetyo, menyampaikan keikutsertaan ini merupakan bentuk keterbukaan lintas iman yang terus dihidupi kampus. “SCU tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar memeriahkan karnaval ini dengan semangat pelayanan dan persaudaraan,” tuturnya dikutip dari laman resmi SCU, Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, SCU juga menampilkan maskot Mgr. Soegijapranata yang menjadi patron universitas sekaligus Uskup pribumi pertama. Figur tersebut dikenal sebagai pelopor toleransi dan pembela kemanusiaan.
“Mgr. Soegijapranata adalah inspirasi utama kami. Dengan memperkenalkan maskot beliau dalam karnaval ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat figur yang menjadi patron universitas kami sekaligus tokoh besar bangsa,” jelasnya.
Keterlibatan SCU dalam kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Nilai toleransi, empati, dan kepedulian sosial ditanamkan melalui interaksi langsung di tengah masyarakat yang majemuk.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan, kegiatan karnaval menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat. Ia menilai keberagaman justru menjadi kekuatan dalam membangun harmoni kota.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan tidak hanya lahir dari kesamaan, tetapi justru dari perbedaan yang dikelola dengan baik. “Kegiatan ini menjadi bagian dari kehidupan kota yang terus bergerak, menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk saling bertemu dan berbagi kebahagiaan di ruang publik,” ujarnya.
“Seringkali kita berpikir kebersamaan lahir karena kesamaan. Padahal justru karena perbedaan itulah kebersamaan menjadi kuat dan berarti,” ucap Agustina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....