Pratama Arhan Diwisuda Udinus, Kantongi Ijazah Blockchain Pertama di Indonesia

  • 29 Apr 2026 15:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mencatat sejarah baru dengan menghadirkan ijazah berbasis teknologi blockchain pada wisuda ke-87. Inovasi ini menjadikan lulusan Udinus sebagai yang pertama di Indonesia yang memperoleh ijazah dengan sistem verifikasi digital yang aman dan transparan.

Salah satu yang mencuri perhatian dalam wisuda tersebut adalah Pratama Arhan. Pemain Timnas Indonesia itu resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) bersama 401 wisudawan lainnya di Ballroom Rama Shinta, Patra Hotel Semarang, Rabu, 29 April 2026.

Para lulusan berasal dari berbagai fakultas, di antaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum dan Studi Global, Fakultas Kesehatan, serta Fakultas Teknik. Wisuda juga mencakup program pascasarjana dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kediri.

Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, menegaskan bahwa ijazah berbasis blockchain menjadi langkah maju dalam dunia pendidikan. Teknologi ini memungkinkan keaslian dokumen dapat diverifikasi secara global dan tidak mudah dimanipulasi.

“Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Dengan demikian, keaslian ijazah lulusan kami akan terverifikasi secara global,” ungkapnya.

Ia juga memberikan pesan kepada para lulusan agar terus mengembangkan diri. Menurutnya, keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Dunia kerja tidak selalu menanyakan IPK kalian, tetapi melihat sejauh mana kalian membawa manfaat bagi masyarakat. Sebab dunia membutuhkan orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras,” katanya.

Sementara itu, Pratama Arhan mengaku bangga dapat menjadi bagian dari wisuda dengan inovasi tersebut. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan kampus yang memungkinkannya menyeimbangkan pendidikan dan karier sepak bola.

“Saya menjadi bukti nyata bahwa Udinus memberikan fleksibilitas serta beasiswa. Ini memungkinkan saya menyeimbangkan karier sepak bola profesional dengan pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Inovasi ijazah blockchain ini juga mendapat apresiasi internasional, salah satunya dari Igor Arkhypenko. Ia menilai teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk diterapkan pada sistem verifikasi dokumen pendidikan.

Selain itu, Ketua LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Aisyah Endah Palupi, turut mengapresiasi langkah Udinus. Menurutnya, inovasi ini akan mempermudah proses verifikasi ijazah dalam dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....