Benchmarking ke Tarumanegara, UIN Walisongo Dorong Lulusan Tersertifikasi

  • 29 Apr 2026 09:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Benchmarking Lembaga Setifikasi Profesi (LSP) UIN Walisongo Semarang menjadi langkah membangun lulusan yang unggul dan tersertifikasi. Kali ini, LSP UIN Walisongo melakukan kunjungan ke LSP Universitas Tarumanegara, Selasa, 28 April 2026.

Kunjungan mengusung sudut pandang penguatan sistem manajemen mutu dan tata kelola kelembagaan LSP yang berkelanjutan. Manajer Penjaminan Mutu LSP Universitas Tarumanegara, Hartini mengatakan, saat ini pihaknya telah mengembangkan 10 skema sertifikasi dari empat program studi, meliputi kewirausahaan industri, fotografi, keilmuan data, kehumasan dan periklanan.

“Sebagai LSP yang relatif baru, kami fokus memastikan sistem penjaminan mutu berjalan sejak awal. Saat ini kami sudah memiliki 10 skema dan 24 asesor," ujarnya.

Ia menambahkan, sertifikasi di Universitas Tarumanegara telah terintegrasi dengan sistem akademik. Mahasiswa diwajibkan mengikuti uji kompetensi saat memasuki semester enam, dengan biaya yang telah termasuk dalam SPP.

Selain itu, LSP Universitas Tarumanegara juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP. Hal ini bertujuan untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan sertifikasi.

Direktur LSP UIN Walisongo Semarang, Dr. Wahab, M.M., menegaskan, benchmarking menjadi langkah penting dalam memperkuat arah pengembangan LSP UIN Walisongo. Khususnya dalam aspek tata kelola dan penjaminan mutu.

“Kami melihat praktik baik di LSP Universitas Tarumanegara, terutama dalam integrasi sertifikasi dengan sistem akademik dan penguatan manajemen mutu sejak awal berdiri. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk terus mengembangkan LSP UIN Walisongo agar semakin profesional, terstruktur, dan berdampak nyata bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, UIN Walisongo berkomitmen menjadikan sertifikasi profesi sebagai bagian integral dari proses pendidikan. LSP UIN Walisongo ingin memastikan bahwa lulusan memiliki daya saing dan siap menghadapi dunia kerja.

“Branding UIN Walisongo sebagai kampus yang unggul dan berdaya saing global tidak hanya dibangun dari sisi akademik, tetapi juga melalui penguatan kompetensi terstandar. LSP menjadi instrumen strategis untuk memastikan lulusan kami siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....