Lewat Pendanaan BRIN, USM Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat
- 28 Apr 2026 15:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Semarang (USM) mendorong penguatan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat melalui pemanfaatan skema pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop Intensif Penyusunan Proposal Hibah Riset yang melibatkan narasumber dari BRIN.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM ini mengupas strategi pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi 2026. Workshop menghadirkan Dr. Antho Thohirin dari Tim Layanan Fasilitas Riset dan Inovasi II BRIN sebagai narasumber.
Wakil Rektor I USM, Prof. Haslina, mengatakan jumlah proposal dosen yang diajukan pada 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ia berharap peningkatan tersebut diikuti dengan kualitas riset yang mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Universitas Semarang (USM) dalam memperkuat peran kita di ekosistem riset nasional. Khususnya, melalui pendanaan RIIM Kompetisi Tahun 2026,” katanya melalui siaran pers, Selasa, 27 April 2026.
Ia menekankan, riset yang diajukan harus selaras dengan Fokus Riset Nasional serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Selain itu, kualitas proposal menjadi faktor utama agar dapat bersaing dalam seleksi pendanaan.
"Bapak/Ibu dapat memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu dari narasumber untuk perbaikan proposal yang telah disiapkan. Lebih baik memperbaiki kekurangan di forum ini daripada proposal kita gugur di tahap seleksi nasional,'' katanya.
Menurutnya, aspek kebaruan (novelty) dan orisinalitas riset juga harus diperhatikan. Hal tersebut penting untuk menjaga kualitas dan reputasi institusi sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan.
''Prioritaskan kualitas agar proposal menjadi eligible dan kompetitif, ikuti panduan terbaru dengan cermat, jangan biarkan ide brilian gugur hanya karena kesalahan teknis kecil. Pastikan aspek novelty (kebaruan) dan orisinalitas riset tetap terjaga demi menjaga reputasi institusi kita dan kedepankan kerja sama multidisiplin dalam penyusunan riset,'' ucapnya.
Prof. Haslina berharap kegiatan ini dapat meningkatkan jumlah proposal yang lolos pendanaan BRIN. Selain itu, riset yang dihasilkan diharapkan mampu menghasilkan publikasi bereputasi, hak kekayaan intelektual, hingga produk inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Dr. Antho Thohirin menjelaskan, RIIM Kompetisi merupakan skema pendanaan riset yang berfokus pada kebaruan ide yang dapat mendorong lahirnya riset berkualitas hingga tahap implementasi. "Jadi RIIM kompetisi merupakan skema pendanaan yang mencari keterbaruan awal dalam rangka untuk menuju hasil riset di paling akhir," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....