Bio Solar Makin Diminati, Ini Keuntungan dan Risikonya bagi Mesin Kendaraan
- 27 Apr 2026 19:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Seiring dengan naiknya harga solar, banyak pemilik kendaraan beralih menggunakan bio solar sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Tren ini kian meningkat karena bahan bakar berbasis nabati tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dan mudah didapat.
Pergantian jenis bahan bakar ini tentu menimbulkan berbagai dampak, baik yang menguntungkan maupun yang perlu diperhatikan, terutama terkait kondisi dan kinerja kendaraan. Berikut rangkuman keuntungan dan risiko penggunaan bio solar:
Dampak Positif
- Lebih ramah terhadap lingkungan
Bio Solar terbuat dari bahan baku alam yang dapat diperbarui, seperti minyak sawit. Penggunaannya menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih, mengurangi kadar asap hitam dan zat pencemar udara lainnya, sehingga menjadikan kendaraan lebih bersahabat bagi lingkungan sekitar.
- Mampu melumasi komponen mesin
Bahan bakar ini memiliki sifat pelumas yang lebih baik dibandingkan solar jenis tertentu. Sifatnya ini dapat membantu melumasi bagian-bagian dalam mesin, terutama komponen pompa injeksi dan saluran bahan bakar, sehingga keausan akibat gesekan dapat berkurang secara perlahan.
- Ketersediaan lebih terjamin
Karena bahan bakunya berasal dari sumber daya alam yang dikelola di dalam negeri, pasokan Bio Solar cenderung lebih stabil. Hal ini membuat pemilik kendaraan tidak perlu khawatir akan kesulitan mendapatkan bahan bakar pengganti meskipun harga solar konvensional terus berubah.
Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai
- Berpotensi menimbulkan endapan dan penyumbatan
Bio Solar memiliki kandungan lemak nabati yang lebih tinggi. Pada kendaraan yang sudah berumur atau jarang dilakukan perawatan, penggunaannya dapat melarutkan kerak atau endapan lama yang menempel di tangki dan saluran bahan bakar.
Endapan yang terlepas ini kemudian dapat menyumbat saringan bahan bakar hingga saluran injeksi. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan aliran bahan bakar.
- Mempercepat kerusakan komponen berbahan karet
Sifat kimia Bio Solar dapat bereaksi dengan bahan karet pada selang, paking, dan seal di sistem pasokan bahan bakar. Dalam pemakaian jangka panjang, komponen-komponen tersebut bisa menjadi getas, lunak, atau bahkan bocor, terutama jika kendaraan belum disesuaikan spesifikasinya untuk menggunakan bahan bakar jenis ini.
- Kinerja mesin sedikit menurun
Nilai kalor atau daya bakar Bio Solar sedikit lebih rendah dibandingkan solar konvensional. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan mesin cenderung berkurang, akselerasi menjadi kurang responsif, dan dalam pemakaian jarak jauh atau beban berat, konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros dibandingkan sebelumnya.
- Kurang baik digunakan dalam suhu dingin
Bio Solar lebih mudah membeku atau mengental pada suhu yang rendah. Kondisi ini dapat menyulitkan saat menyalakan mesin, terutama di daerah yang berudara sejuk atau saat cuaca dingin, serta mengganggu kelancaran aliran bahan bakar ke ruang pembakaran.
Upaya Mengurangi Dampak Buruk
Untuk meminimalkan risiko kerusakan, pemilik kendaraan disarankan untuk secara rutin mengganti saringan bahan bakar, memeriksa kondisi komponen karet secara berkala, serta melakukan pengecekan menyeluruh ke bengkel resmi. Bagi kendaraan baru yang sudah didesain untuk kompatibel dengan Bio Solar, dampak negatifnya cenderung jauh lebih kecil karena sudah disesuaikan dengan spesifikasi bahan bakar tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....