Teliti Kulit Kopi, Dosen Untidar Raih Penghargaan Internasional di Belgia

  • 23 Apr 2026 19:44 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Dosen Untidar Magelang
  • Pemanfaatan Kulit Kopi Untuk Minuman Kaya Antioksidan
  • Kopi
  • Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang
  • Universitas Negeri Tidar Magelang

RRI.CO.ID, Kota Magelang — Dosen Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Tidar(Untidar) Magelang, M Iqbal Fanani Gunawan, meraih predikat Best Presentation dalam konferensi internasional FOODSIM 2026 di Ghent, Belgia. Penghargaan tersebut diraih melalui riset pemanfaatan kulit kopi menjadi minuman kaya antioksidan.

Penghargaan diberikan dalam forum konsorsium Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data-Driven Food System in Indonesia (FIND4S). Konferensi tersebut digelar pada 15–17 April 2026 di KU Leuven – Campus Ghent.

Iqbal menjelaskan, penelitian yang dipresentasikannya berangkat dari potensi besar kopi sebagai komoditas unggulan di wilayah Magelang. Menurutnya, kopi telah menjadi komoditas unggulan di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Namun, limbah kulit kopi yang selama ini kurang dimanfaatkan justru memiliki nilai ekonomi dan kesehatan yang tinggi. “Kulit kopi yang sebenarnya merupakan limbah ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata Iqbal, Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan, penelitian tersebut dilakukan bersama tim dosen Fakultas Pertanian Untidar sebagai upaya mengenalkan potensi kopi Indonesia di kancah global. Hasil riset menunjukkan bahwa proses pengolahan sangat berpengaruh terhadap kandungan senyawa aktif.

Menurutnya, kombinasi teknik pengeringan, penyeduhan, dan fermentasi mampu meningkatkan kadar flavonoid dan fenolik. Kedua senyawa tersebut dikenal sebagai antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

“Penelitian ini membuktikan bahwa proses kombinasi pengeringan, penyeduhan, dan fermentasi kulit kopi menghasilkan kadar flavonoid dan fenolik yang lebih tinggi. Ini dibandingkan dengan proses pembuatan kombucha dari kulit kopi yang tidak difermentasi,” ucapnya.

Rektor Untidar Magelang, Sugiyarto, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti kiprah dosen muda di tingkat internasional. Ia menilai prestasi ini menunjukkan program studi Teknologi Pangan mampu bersaing secara global.

“Sebagai prodi yang relatif masih baru, prodi Teknologi Pangan mampu menunjukkan kiprahnya dengan keikutsertaan dalam proyek kerja sama internasional. Ini sejalan dengan rencana strategis Untidar yang berusaha menciptakan perguruan tinggi yang kompetitif di tingkat nasional dan internasional.” Katanya.

Ia menambahkan, FIND4S merupakan proyek kolaborasi internasional yang melibatkan tujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah dan empat perguruan tinggi di Eropa. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidikan tinggi dalam pengembangan sistem pangan berbasis data yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....