HUT ke-50 Wapeala Undip, Estafet 50 Km Gaungkan Semangat Lestari
- 18 Apr 2026 07:56 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Puluhan elemen Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Universitas Diponegoro (Undip) yang terdiri anggota aktif hingga alumni, mengikuti lari estafet membawa bendera Wapeala sejauh 50km Lari estafet dalam rangka HUT ke-50 Wapeala ini dilepas langsung oleh Rektor Undip Prof Dr Suharnomo SE MSi.
Adapun, rute lari itu mulai dari lapangan Widya Puraya kampus Undip Tembalang menuju Dusun Tekelan di Lereng Merbabu. Rektor mengatakan, hingga angkatan ke-41 ini Wapeala terus menebarkan pesan lestari dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya rasa itu juga relate dengan kebutuhan kita sekarang, kita selalu berpikir dengan sustainability dan banyak isu-isu tentang climate change,” kata rektor Sabtu 18 April 2026. Wapeala ini unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang sangat relevan dengan zaman, baik semangatnya maupun fungsinya.
Ia memastikan, apa yang menjadi semangat dari Wapeala sudah dilakukan oleh Undip dan telah banyak meraih prestasi atas kepedulian terhadap lingkungan. Regenerasi di Wapeala Undip berjalan dengan baik.
Hal itu terbukti dengan banyaknya kegiatan hingga kekompakan yang terus terjaga, mulai dari angkatan pertama hingga angkatan ke-41. Tetap semangat dan ia meyakini Wapeala punya peran khusus menjadikan gaya hidup lestari untuk semua orang.
"Jadi dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal yang kecil tapi kongkrit dan relevan bahwa itu bagian dari sustainability untuk mewariskan alam yang sangat luar biasa ini untuk anak cucu dimasa depan,” jelasnya.
Rektor mencontohkan permasalahan lingkungan yang saat ini dihadapi dan membutuhkan peran dari seluruh elemen masyarakat termasuk Wapeala Undip ini adalah masalah sampah. “Ini kan sudah menjadi darurat nasional bencana kata pak Presiden, saya selalu bilang kampus jangan cuma ‘omon-omon’, dalam arti bikin dong contoh kampus itu bisa mengolah sampah yang dihasilkan oleh warga kampus,” ucapnya.
Lebih lanjut prof Suharnomo mengungkapkan, seperti Undip ini rata-rata sampah yang dihasilkan yaitu 1-2 ton sampah per hari dan kini Undip sudah memiliki program zero waste. “Dulu-dulunya menggunung, Alhamdulillah kita di TPST sudah dikunjungi universitas-universitas besar di Indonesia banyak yang kaji tiru,” ungkapnya.
Hal itu menurutnya menegaskan bahwa sampah di Undip ditangani dengan sangat baik dan pengolahannya dapat menjadi bahan bakar solar dengan oktan tinggi dan kompos untuk Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 100 hektar. “Setidaknya kita tidak membebani TPA (tempat pembuangan akhir) kota Semarang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Wapeala Undip Ismail Aryaputra dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar berkumpul, melainkan upaya merepresentasikan regenerasi yang terus berjalan mulai dari angkatan pertama hingga angkatan terakhir. “Hal ini menunjukkan bahwa Wapeala bukan hanya berada di satu tangan, melainkan terus berkelanjutan,” ucapnya.
Rangkaian HUT Wapeala Undip dimulai dengan Ceremonial HUT ke-50 Wapeala yang diisi dengan donor darah, Environmental Talkshow dan bedah buku di Aula Fakultas Psikologi Undip, Jumat 17 April 2026 dan ditutup dengan kegiatan reuni akbar pada Sabtu - Minggu 18-19 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....