Ekstrak Buah Gayam jadi Antidiabetes, Duo Pelajar asal Semarang Raih Medali Emas

  • 17 Apr 2026 08:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Duo pelajar SMA asal Semarang Adfa Fauzana Maheswara alias Zano (16) dan Ruha Khayyana Syakira alias Ruha (16) menyabet medali emas di ajang Indonesian Science Project Olympiad pada Januari 2026 di Jakarta. Keduanya mendapat rekomendasi beradu penelitian ilmiah di Rochester Institute of Technology di New York, Amerika Serikat, pada 9 - 12 Juni mendatang.

Zano dan Ruha memenangi ajang bergengsi nasional itu setelah meneliti buah gayam yang diformulasikan menjadi obat antidiabetes herbal. Buah itu kerap dijumpai dan sering dimanfaatkan jadi olahan pangan keripik.

Nama penelitian dua pelajar SMAN 1 Kota Semarang itu adalah Nano Formulasi Ekstrak Biji Gayam (Inocarpus Fagiferus) untuk Mitigasi Hiperglikemia. Mereka berhasil menyisihkan 40 finalis lainnya setelah proses seleksi dari ribuan peserta.

Ajang ISPO 2026 di bidang biologi yang mereka menangi digelar oleh Eduversal Indonesia. Ajang tersebut turut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

“Kami meneliti sejak tahun lalu, selama 6 bulan, termasuk uji laboratorium. Buah gayam mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang efektif menurunkan kadar gula dalam darah yang signifikan,” kata Zano saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis, 16 April 2026.

Penelitian yang mereka lakukan didampingi guru mereka di SMAN 1 Semarang bernama Martin Wibowo dan seorang profesor. Ekstrak biji gayam itu juga sudah diuji ke tikus dan hasilnya efektif menurunkan kadar gula dalam darah setelah diuji coba selama 14 hari berturut-turut.

Formula anti-diabetes temuan mereka telah dipatenkan di Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 12 Januari 2026. “Bentuknya cairan, nanoformulasi,” kata Zano.

Dia mengatakan, berdasar hasil riset, pada tahun 2024 ada 10 juta pengidap diabetes di Indonesia. Pada 2045, jumlah penderita diprediksi meningkat menjadi sekitar 16 juta orang.

Sementara itu, Ruha menambahkan, hasil penelitiannya bersama Zano diharapkan bisa dikembangkan lebih luas. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami pingin banget bisa memaparkan hasil penelitian ini di Amerika Serikat di Genius Olympiad, selain membawa nama Indonesia juga nama SMA dan Kota Semarang. New experiences juga buat kami,” kata Ruha saat ditemui di lokasi yang sama.

Duo peneliti itu sebelumnya juga menyabet beberapa penghargaan internasional dan nasional, di antaranya; ajang ICSIT tingkat ASEAN pada Desember 2025 juara 1. Kemudian, pada ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) pada Februari 2026 di Kampus Undip, mereka menyabet runner up.

Pada Indonesia International Applied Science Project (I2ASPO) tahun 2024 di Surabaya, mereka juga menyabet runner up. “Kami ingin kembangkan lagi hasil penelitian ini untuk membantu orang-orang (menyembuhkan diabetes),” ujar Ruha.

Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah pusat melalui kementerian, pemerintah daerah maupun swasta dalam rangka mendukung generasi muda berbakat. Dengan demikian, mereka bisa berangkat menjalani kontes bergensi dalam perlombaan karya ilmiah tingkat dunia.

Zano dan Ruha yang kini duduk di Kelas XI SMAN 1 Kota Semarang, berangkat dari SMPN21 Kota Semarang dan telah saling mengenal sejak lama. Saat masih SMP, Ruha merupakan Ketua OSIS, sementara Zano menjadi wakilnya.

Selain di bidang ilmiah, mereka juga sama-sama musisi berprestasi yang berhasil menyabet juara 2 nasional festival musik dan Juara 1 Wali Kota Cup pada 2023. Ruha merupakan pemain keyboard, sementara Zano adalah gitaris di grup band yang sama, yakni Gita Dusa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....