Undip Gandeng Mitra Internasional, Kembangkan Teknologi Plasma
- 16 Apr 2026 23:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) menggandeng mitra internasional dalam pengembangan teknologi plasma melalui kegiatan Public Lecture Indonesian Plasma Research Consortium (IPRC). Kegiatan ini digelar di Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip, Kamis, 16 April 2026
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda IPRC yang berlangsung pada 14–17 April 2026. Rangkaian acara mencakup kerja sama dengan Bursa Uludağ University, penandatanganan perjanjian, hingga kunjungan industri.
Wakil Dekan Sumber Daya FSM Undip, Dr. Eng. Adi Wibowo, menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika. “Mahasiswa perlu memahami dasar keilmuan untuk membuka peluang akademik dan profesional di bidang teknologi plasma,” ujarnya melalui siaran pers.
Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Kadir Çavdar dari Bursa Uludağ University, Türkiye. Ia memaparkan pemanfaatan plasma atmosfer untuk meningkatkan daya lekat material polimer dalam industri.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa material polypropylene memiliki keunggulan namun juga keterbatasan pada daya lekat. Teknologi plasma menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas permukaan tanpa penggunaan lapisan tambahan.
Metode seperti plasma activation, flame activation, dan corona discharge digunakan untuk memodifikasi permukaan material. Proses ini mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung keberlanjutan industri.
Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Nur dari Undip. Ia menjelaskan peran strategis teknologi plasma dingin dalam berbagai sektor seperti kesehatan, pangan, dan lingkungan.
Menurutnya, plasma merupakan wujud materi keempat yang memiliki potensi luas untuk pengembangan teknologi. Riset di Undip telah berkembang menjadi berbagai aplikasi berbasis ozon plasma.
Produk yang dikembangkan antara lain generator ozon medis dan teknologi pengolahan air limbah. Inovasi ini juga mendukung efisiensi serta peningkatan kualitas hasil di sektor pertanian dan perikanan.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan paparan dari akademisi dan industri. Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam hilirisasi teknologi.
Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset unggulan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara peneliti, mahasiswa, mitra internasional, dan industri.
Sebagai penutup, peserta dijadwalkan melakukan kunjungan industri ke PT Dipo Technology. Kunjungan ini diharapkan memberikan gambaran nyata penerapan teknologi plasma dalam skala industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....