Didikan FK Undip antar dr. Samuel Mengabdi Layani Kesehatan Mata di Papua

  • 16 Apr 2026 22:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kualitas pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) kembali menunjukkan dampak nyata dalam mencetak tenaga medis spesialis yang kompeten. Salah satu alumninya, dr. Samuel Octovianus Dimara, Sp.M., menjadi sosok inspiratif melalui pelayanan kesehatan mata di wilayah terbatas seperti Papua.

Peran pendidikan di FK Undip, diakui dr. Samuel, menjadi faktor fundamental dalam membentuk kariernya. Ia menilai proses pendidikan yang dijalani memberikan bekal kuat untuk menghadapi tantangan di lapangan.

Selama menempuh pendidikan spesialis di Semarang, ia tidak hanya dibekali keahlian bedah mata yang presisi. Ia juga ditempa dalam lingkungan akademik yang mengintegrasikan teori, praktik intensif, serta penguatan karakter.

Hal tersebut membuatnya siap menghadapi berbagai tantangan medis yang kompleks. Terutama saat bertugas di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

“Pendidikan di FK Undip membentuk saya menjadi pribadi yang adaptif dan berintegritas. Dukungan dosen memberikan rasa percaya diri bagi saya untuk mengabdi di wilayah mana pun, termasuk Papua yang memiliki tantangan fasilitas,” ujar dr. Samuel dalam siaran pers, Kamis, 16 April 2026.

Dalam praktiknya, dr. Samuel dikenal sebagai dokter yang sigap dan memiliki empati tinggi. Keberhasilannya melakukan berbagai tindakan operatif mata merupakan hasil dari proses pendidikan yang menyeimbangkan kemampuan teknis dan kemanusiaan.

“Di ruang operasi, presisi adalah mutlak, namun, di luar itu, tanggung jawab moral dan empati kepada pasien adalah landasan utama. Nilai-nilai profesionalisme inilah yang saya bawa dalam setiap pelayanan kepada masyarakat Papua,” katanya.

Menurutnya, FK Undip secara konsisten menghadirkan ekosistem pendidikan yang kondusif. Mahasiswa didorong aktif dalam riset dan pengabdian masyarakat.

Pola pendidikan holistik tersebut bertujuan menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual. Lulusan juga diharapkan memiliki kepekaan sosial dalam menjawab ketimpangan layanan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....