Wisuda Untidar Magelang, Luluskan 528 Mahasiswa S1 dan D3
- 11 Apr 2026 17:32 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang
- wisuda sarjana ke-73 Untidar
- predikat cumlaude ( pujian)
RRI. CO.ID, Kota Magelang - Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang meluluskan 528 wisudawan/ wisudawati pada wisuda sarjana ke-73, Sabtu, 11 April 2026. Ke-528 wisudawan tersebut terdiri atas 511 orang program sarjana, tujuh sarjana terapan dan 10 ahli madya ,dan 24 wisudawan lainnya lulus dengan predikat cumlaude ( pujian).
“Pada wisuda kali ini dari 528 wisudawan, 24 orang lainnya lulus dengan predikat cumlaude ( pujian). Mereka wisudawan terbaik akademik dan non akademik, wisudawan terbaik akademik diraih Septiawan Puji Trianto dari Prodi HukumFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan IPK, 3.91, “kata Rektor Untidar Magelang, Sugiarto.
Sugiarto mengatakan, menjadi lulusan Untidar Magelang harus mempunyai pribadi yang yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan Teknologi, Melainkan, harus memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa.
Menurutnya, wisuda sarjana momentum bukan hanya menandai akhir dari proses belajar di bangku kuliah, tetapi juga awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat.Di era penuh tantangan dalam menghadapi krisis global, wisudawan Untidar telah ditempa dengan ilmu, nilai dan pengalaman yang menjadi bekal untuk menjawab tantangan tersebut.
Ia menambahkan, para lulusan Untiar Magelang yang diterima di dunia kerja mengalami tren yang bagus. Namun, sebagian besar menempuh studi lanjut di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Dari data yang ada , sebagian besar lulusan Untidar menempuh studi lanjut di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sedangkan yang bekerja juga banyak,"katanya
Septiawan Puji Trianto, wisudawan terbaik dari Prodi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengaku, setelah lepas dari bangku kuliah di Untidar Magelang, dirinya ingin melanjutkan studinya di program S2 bila ada program beasiswa. Sedangkan, bila tidak mendapatkan program beasiswa dirinya akan bekerja menggeluti usahanya sebagai videographer dan fotografer.
“ Ada keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 bila ada program beasiswa. Sedangkan, bila tidak mendapatkan program beasiswa akan bekerja dulu,“katanya.
Ia mengakui, keberhasilannya meraih predikat pujian pada wisuda sarjana tersebut, tidak lepas dari perjuangan dari kedua orangtuanya yang hanya seorang petani dan pedagang ikan pindang di kampun halamannya, yakni di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....