Latih Siswa SMK, Universitas Semarang Kenalkan Inovasi Yogurt Berbahan Jagung

  • 09 Apr 2026 14:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Universitas Semarang mengenalkan inovasi pengolahan jagung menjadi yogurt melalui kegiatan pelatihan kepada siswa sekolah menengah kejuruan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah jagung sekaligus memperkaya pengetahuan siswa di bidang pangan bergizi.

Pelatihan tersebut diberikan kepada siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian SMKN 1 Bawen, Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim Universitas Semarang.

Ketua tim, Anisa Rachma Sari, mengatakan jagung memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk inovatif. Tidak hanya sebagai bahan pangan biasa, jagung juga dapat diolah menjadi produk fermentasi yang bernilai gizi tinggi.

Menurutnya, yogurt umumnya berbahan dasar susu hewani. Namun, jagung dapat menjadi alternatif bahan baku melalui proses fermentasi.

''Asam-asam organik di antaranya, asam laktat, peptida aktif, serta asam amino pada yogurt jagung memberikan manfaat kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan diantaranya meningkatkan kesehatan pencernaan dan menjaga imunitas,'' katanya.

Selain inovasi yogurt, pelatihan juga mengenalkan teknologi pengkayaan gizi atau fortifikasi pada olahan jagung. Teknologi ini bertujuan meningkatkan kandungan nutrisi pada produk pangan.

Anggota tim, Prof Dr Haslina, menjelaskan fortifikasi dapat mencegah kekurangan zat gizi mikro. Contohnya dengan penambahan mineral dan vitamin pada produk olahan jagung.

''Melalui, penerapan teknologi ini, produk olahan jagung tidak hanya berperan sebagai sumber energy. Akan tetapi juga mendukung diversifikasi pangan bergizi,'' ungkapnya.

Pelatihan ini mendapat antusiasme dari para siswa. Mereka aktif mengikuti materi serta praktik pengolahan produk berbasis jagung.

Tim pengabdian juga melibatkan anggota lain serta mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan. Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong lahirnya inovasi pangan berbasis potensi lokal di kalangan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....