Benarkah Laki-laki Lebih Pintar Membaca Peta Dibanding Perempuan? Ini Faktanya

  • 06 Apr 2026 12:05 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Anggapan bahwa laki-laki lebih pintar membaca peta dibanding perempuan sudah lama beredar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, seiring berkembangnya penelitian, pandangan ini mulai dipertanyakan dan tidak lagi dianggap sebagai kebenaran mutlak.

Sejumlah studi terdahulu memang menunjukkan bahwa laki-laki cenderung lebih baik dalam tugas yang berkaitan dengan kemampuan spasial, seperti navigasi atau membaca peta. Hal ini sempat dikaitkan dengan faktor biologis, termasuk perbedaan struktur otak maupun teori evolusi.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak sepenuhnya ditentukan oleh jenis kelamin. Faktor lingkungan dan pengalaman justru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kemampuan spasial seseorang.

Sebuah studi dalam jurnal Psychological Bulletin menyebutkan bahwa perbedaan kemampuan spasial antara laki-laki dan perempuan dapat dipengaruhi oleh pengalaman belajar, latihan, serta ekspektasi sosial yang berkembang di masyarakat.

Sejak kecil, anak laki-laki umumnya lebih sering didorong untuk terlibat dalam aktivitas yang melatih kemampuan spasial, seperti permainan konstruksi, video game, atau eksplorasi ruang. Sementara itu, perempuan seringkali memiliki akses yang lebih terbatas terhadap pengalaman serupa.

Selain itu, cara peta dirancang dan metode pengajaran yang digunakan juga turut memengaruhi kemampuan seseorang dalam membacanya. Sistem koordinat atau simbol tertentu mungkin lebih familiar bagi individu yang sering terpapar dalam konteks pendidikan atau aktivitas tertentu.

Ketika kesempatan dan pelatihan diberikan secara setara, perbedaan kemampuan membaca peta antara laki-laki dan perempuan cenderung mengecil, bahkan dalam beberapa kasus tidak lagi signifikan. Banyak perempuan yang mampu menunjukkan keterampilan navigasi yang sangat baik ketika mendapatkan dukungan yang memadai.

Temuan ini juga diperkuat oleh penelitian dalam jurnal Nature Human Behaviour yang menunjukkan bahwa kesenjangan kemampuan navigasi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya dibandingkan faktor biologis semata.

Dengan demikian, anggapan bahwa laki-laki lebih pintar membaca peta tidak dapat digeneralisasi. Kemampuan ini lebih ditentukan oleh pengalaman, lingkungan, serta kesempatan belajar yang diperoleh setiap individu.

Pada akhirnya, membaca peta tidak soal gender. Akan tetapi, soal latihan dan kesempatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....