Mengenal Istilah Micromanagement, Kontrol Berlebih dalam Sebuah Tim

  • 06 Apr 2026 09:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Istilah micromanagement sering dikatakan sebagai salah satu istilah yang negatif, mengacu pada teknik kepemimpinan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Hal ini menujukkan bahwa ada kontrol berlebih dari seorang pimpinan, yang memiliki beragam dampak bagi bawahan dan kinerja tim.

Micromanagement sendiri berasal dari dua kata yaitu micro yang artinya kecil, dan managing yang artinya mengelola atau mengatur. Micromanagement sendiri didefinisikan sebagai pola pengelolaan yang melibatkan gaya kepemimpinan yang melibatkan pengawasan secara intensif dan berlebihan pada kinerja bawahannya.

Contoh dari perilaku ini sendiri adalah ketika bawahan diberikan tugas, atasan terlalu ikut campur dalam pelaksananaannya. Semisal dengan menjelaskan bagaimana tugas tersebut dilakukan dengan sangat mendetail, hingga terus-terusan meminta perkembangan terhadap tugas tersebut dalam frekuensi tiap waktu.

Perilaku micromanagement sebenarnya disebabkan berbagai faktor, diantaranya kurangnya rasa percaya terhadap kemampuan anggota timnya. Selain itu juga disebabkan oleh ketakutan pemimpin untuk kehilangan kontrol terhadap anak buahnya, dan kesulitan untuk mendelegasikan tugas pada bawahannya.

Pengalaman di masa lalu yang kurang baik saat mendelegasikan tugas, juga menjadi salah satu sebab perilaku micromanagement terjadi. Termasuk juga disebabkan oleh adanya rasa ego, karena khawatir merasa tidak berguna oleh anak buahnya.

Efek dari perilaku tersebut cukup beragam, diantaranya dapat menurunkan kepercayaan bawahan kepada atasannya lantaran terlalu mengontrol pekerjaan. Disamping itu, micromanagement juga menghambat potensi dan kreativitas bawahan serta membuat tekanan dalam tim yang memicu stres.

Untuk mencegah hal tersebut, cara yang dapat dilakukan antara lain berpikir sebagai sebuah tim dalam memberikan arahan. Selain itu membangun budaya kerja yang positif dan komunikasi yang efektif, bisa membuat seorang pemimpin menghindar dari gaya kepemimpinan micromanagement.

Micromanagement juga dapat dihindari dengan menghindari perfeksionisme, agar bawahan bisa belajar dari kesalahan yang terjadi. Memberikan kepercayaan untuk suatu hal yang besar pada bawahan, juga bisa menjadi salah satu cara untuk memberi kesempatan bawahan bisa berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....