Aquaponic dan Hidroponic, Solusi Sistem Pertanian Modern
- 02 Mar 2026 14:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID; Semarang - Teknologi bercocok tanam mengalami perkembangan yang cukup pesat untuk meningkatkan produksinya. Beberapa teknologi petanian yang kini banyak dipraktekkan adalah Hidroponik dan Aquaponik.
Kedua jenis teknologi bercocok tana mini banyak digunakan pada wilayah yang lahannya terbatas. Keduanya sama-sama tidak menggunakan tanah sebagai media tanam utama dan mengandalkan air sebagai unsur pentingnya.
Untuk sistem hidroponik, bisanya digunakan untuk menanam tanaman dengan menggunakan larutan nutrisi yang telah diformulasikan secara khusus. Nutrisi ini diberikan langsung pada akar tanaman sehingga pertumbuhan tanaman dapat dikontrol secara lebih peresisi.
Sementara teknologi pertanian aquaponic, menggabungkan budidaya tanaman dan ikan dalam satu sistem yang menguntungkan. Limbah dari ikan berfungsi sebagai sumber nutrisi untuk tanaman, dan tanaman membantu menyaring air bagi ikan.
Untuk sisi kebutuhan nutrisi, hidroponik memerlukan pemantauan serta penambahan nutrisi secara rutin. Sedangkan aquaponic cenderung lebih alamai karena nutrisinya dihasilkan dari aktivitas biologis ikan dan bakteri.
Untuk sistem pertaniannya sendiri, hidroponik relative lebih sederhana dan juga mudah dipelajari oleh pemula. Beda halnya dengan aquaponic yang memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi karena melibatkan keseimbangan antara tanaman, ikan, dan mikroorganisme.
Dari aspek biaya, kedua teknologi pertanian ini juga mempunyai perbedaan. Hiroponik umumnya memiliki biaya awal yang rendah, sedangkan aquaponic memerlukan invests tau pembiayaan tambahan untuk pemeliharaan ikan.
Pemilihan sistem hidroponik maupun aquaponic disesuaikan pada kebutuhan masing-masing. Bergantung pada tujuan, sumber daya, maupun tingkat pengalaman pengelolanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....