Tari Harmoni Warak UPGRIS, Buka VIBRANCE VIT 2026

  • 21 Feb 2026 10:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Mahasiswi Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) menjadi penampil pembuka dalam acara "Odyssey: A Culmination of Cultures" 2026. Kegiatan diselenggarakan Office of International Relations VIT Chennai dalam rangka VIBRANCE VIT 2026, di Netaji Auditorium, Chennai, India.

Acara tersebut menghadirkan delegasi seni dan budaya dari lima benua, sepuluh negara, serta lebih dari lima puluh partisipan internasional. Penampilan mahasiswa UPGRIS sebagai pembuka menjadi perhatian khusus karena menjadi kepercayaan dan kehormatan atas kualitas artistik dan kontribusi budaya Indonesia di panggung global.

Kepala Bagian Kerjasama Internasional UPGRIS, Mega Novita, Ph.D mengaku berkepentingan untuk memperluas jejaring global serta memperkuat diplomasi budaya universitas di tingkat internasional. "Kehadiran UPGRIS sebagai pembuka acara ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam memperluas kemitraan global, meningkatkan reputasi akademik, serta membawa kearifan lokal Indonesia ke panggung dunia," ucapnya melalui pesan tertulis, Sabtu 21 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut dia, UPGRIS membawakan karya tari orisinal berjudul “Harmoni Warak”. Pertunjukan ini terinspirasi dari kekayaan budaya Kota Semarang, khususnya figur Warak yang dikenal luas dalam tradisi Festival Dugderan.

“Dugderan merupakan perayaan tahunan masyarakat Semarang dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya. Warak adalah simbol budaya khas Semarang yang sarat makna.

Menurutnya, figur mitologis ini memadukan unsur berbagai hewan dan mencerminkan pertemuan tiga budaya besar yang berkembang di Semarang, yakni Jawa, Tionghoa, dan Arab. “Lebih dari sekadar ikon tradisi, Warak merepresentasikan nilai persatuan, toleransi, dan kehidupan harmonis dalam keberagaman,” katanya.

Melalui Harmoni Warak, pihaknya menyampaikan pesan universal yang relevan dengan kondisi dunia saat ini. Keberagaman bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan.

“Harmoni bukan berarti keseragaman, tetapi persatuan dalam perbedaan. Pesan tersebut diwujudkan melalui gerak tari yang dinamis, komposisi artistik yang kuat, serta ekspresi para penampil yang penuh energy,” tuturnya.

Adapun empat mahasiswi UPGRIS, yakni Primadona, Siti Qomariyah, dan Ririn Sandita dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Kemudian Nafisa Arum Pramesti dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....