Kompetisi Otomotif SMK, Cetak Mekanik Andal di Batang

  • 11 Feb 2026 13:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Menyikapi makin banyaknya kebutuhan tenaga mekanik sepeda motor berkompeten, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Batang menggelar Lomba Keterampilan Siswa. Sebanyak 14 SMK teknik otomotif mengikuti kompetisi teknik perawatan dan perbaikan sepeda motor tersebut di SMK Bhakti Praja,Batang, Rabu, 11 Januari 2026.

Bendahara MKKS SMK Batang, Yayan Hariadi mengatakan, kegiatan ini menjadi upaya mencetak pelajar SMK, untuk berkompetisi di kancah nasional. "Tidak sekadar juara di tingkat provinsi, tapi siswa juga harus bersiap untuk berkompetisi di event Kemendikdasmen yang cenderung lebih variatif," katanya.

Ia menjelaska, pada tahun mendatang, kompetisi tahunan tersebut juga akan diikuti oleh jenjang SMA maupun MA. "Lombanya tidak cuma mekanik sepeda motor, tapi bisa juga teknologi informasi yang seringkali jadi fokus pelajar SMA/MA," ujarnya.

Kepala SMK Bhakti Praja Batang, Riyanto menerangkan, peserta dikhususkan bagi SMK yang memiliki kejuruan pada bidang otomotif. Sebaba, dari 28 SMK di Kabupaten Batang sebagian di antaranya tidak memiliki kejuruan teknik sepeda motor.

"Peserta sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak beberapa waktu lalu, sehingga ketika berkompetisi mereka lebih sportif. Dewan juri tinggal menentukan mana yang berkompeten dan mampu mewakili Kabupaten Batang di kancah provinsi maupun nasional," ungkapnya.

Pengamat otomotif sekaligus juri lomba, Fathurrochman Ghozali mengakui siswa menguasai tugasnya dalam melakukan perawatan berkala sepeda motor hingga pengukuran kelistrikan. Harapannya, akan ditemukan siswa berkompeten yang siap mewakili di kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.

"Di sisi lain, mereka yang berkompeten jadi sasaran bengkel-bengkel motor resmi untuk direkrut menjadi tenaga mekanik. Jadi, kompetisi ini juga dimanfaatkan untuk menjaring bibit mekanik unggul yang siap ditempatkan di bengkel resmi se-Jawa Tengah," katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah persyaratan harus dimiliki calon mekanik agar masuk kualifikasi sebagai tenaga teknis di sebuah bengkel resmi. Di antaranya siswa memiliki komitmen dalam pembelajaran, serta pendidik turut memotivasi agar sinergi antara pembelajaran dan praktik lapangan.

Sementara, siswa SMK Negeri 1 Warungasem, Fahri mengutarakan, sebelum berkompetisi, ia telah berlatih dengan memfokuskan pada servis kendaraan berkala. Kompetisi ini juga menjadi ajang uji kemampuan sebelum nanti terjun ke dunia bisnis perbengkelan.

"Rencananya kalau udah lulus mau buka bengkel motor sendiri. Sebelumnya sudah pernah praktik langsung di bengkel motor," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....