Cegah Hoaks, Pelajar Batang Dibekali Literasi Kecerdasan Artifisial

  • 09 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang —Polres Batang menggandeng Masyarakat Anti Fitnah Indonesia(Mafindo) untuk mengedukasi siswa SMA dan SMK terkait literasi artificial intelligence(AI) atau kecerdasan artifisial. Kegiatan ini bertujuan membekali pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab.

Kapolres Batang, Veronica, menegaskan pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam menyaring informasi. Menurutnya, kecerdasan artifisial membuat arus informasi menyebar sangat cepat dan perlu disikapi dengan literasi yang baik.

"Anak-anak kami bekali dengan kemampuan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial. Nanti bisa menggunakannya untuk bersaing menyambut era generasi emas 2045," ujarnya saat pelatihan di Aula Kantor Bupati Batang, Senin, 9 Februari 2026.

AKBP Veronica menambahkan, pelatihan literasi kecerdasan artifisial ini menjadi yang pertama kali digelar oleh Polda Jawa Tengah. Program tersebut dirancang sebagai langkah awal menyiapkan generasi muda yang melek teknologi sekaligus tangguh menghadapi tantangan digital.

Sementara itu, narasumber dari Mafindo Semarang, Wahyu Ariyanto, menjelaskan, pelajar juga dibekali pemahaman etika dalam penggunaan kecerdasan artifisial. Selain itu, siswa diperkenalkan pada dasar-dasar pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam kehidupan sehari-hari.

"Seiring kemajuan teknologi kecerdasan artifisial, anak-anak remaja perlu diedukasi agar pemanfaatannya lebih tepat dan benar. Kami juga menyediakan platform aduan bagi pelajar apabila menemukan hoaks yang rawan tersebar melalui kecerdasan artifisial," katanya.

Respons positif ditunjukkan Keenan, pelajar SMA Negeri 2 Batang, yang mengaku sering memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk membantu pencarian informasi. "Biasanya saya pakai untuk memastikan jawaban soal, atau mencari informasi penting lainnya," ungkapnya.

Meski demikian, Keenan menyadari setiap informasi yang diperoleh melalui kecerdasan artifisial tetap perlu disaring. Ia menilai sikap kritis penting agar pelajar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....