Dies Natalis ke-68, Undip Wujudkan Inovasi Berdampak

  • 16 Okt 2025 18:08 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Enam puluh delapan tahun perjalanan Universitas Diponegoro (Undip) menjadi tonggak transformasi perguruan tinggi negeri yang sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak. Sejak kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., Undip menegaskan diri sebagai kampus riset yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik di tingkat internasional, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui slogan “Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat”, Undip memaknai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret. Ilmu pengetahuan dan inovasi harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan arah nasional Diktisaintek Berdampak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dies Natalis ke-68 Universitas Diponegoro mendapat apresiasi luas atas kiprahnya sebagai kampus inovatif dan berdampak.Berbagai pihak menilai Undip berhasil memadukan riset, pengabdian, dan kolaborasi untuk kemaslahatan publik.

Momentum ini menjadi refleksi atas konsistensi Undip menghadirkan ilmu yang bermartabat dan bermanfaat. Dalam siaran pers, Kamis (16/10/2025) disebutkan, Redaksi Komunikasi Publik Undip merekam testimoni dari berbagai pihak yang secara khusus menyampaikan apresiasi untuk Undip dalam peringatan Dies Natalis ke-68.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, memberikan apresiasi atas konsistensi Undip yang selaras dengan semangat Dikti Saintek Berdampak. “Riset Undip telah memberi kontribusi penting mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, energi, pangan, hingga transformasi digital,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam testimoninya menyebut Undip sebagai “kebanggaan Jawa Tengah dan Indonesia”, Ia menilai inovasi desalinasi air laut dan hybrid seawall merupakan contoh konkret bagaimana ilmu pengetahuan hadir untuk menjawab persoalan masyarakat.

“Inovasi tidak berhenti di laboratorium. Memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Dukungan juga datang dari Ketua DPD RI, Sultan Bakhtiar Najamudin, yang memuji Undip sebagai pelopor perubahan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. “Temanya sangat luar biasa, Inovasi untuk Bangsa, When Innovation Meets Impact,” katanya.

Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyebut perjalanan Undip sebagai cerminan komitmen dalam melahirkan inovasi bermakna bagi bangsa. Senada, Rektor Unnes, Prof. S. Martono, menegaskan, Undip telah menjadi pelopor riset berkelanjutan di Indonesia.

Dari Lampung, Rektor Universitas Lampung, Prof. Lusmeilia Afriani, memberikan testimoni dengan gaya khas penuh semangat. “Undip, kampus cemerlang, semoga maju dan terus berjaya,” ujarnya.

Ucapan selamat juga datang dari Rektor Universitas Sebelas Maret, Prof. Hartono, yang menekankan pentingnya semangat inovasi yang memberi manfaat nyata. Sementara, Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menyebut Undip sebagai “mercusuar ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberi terang bagi bangsa.”

Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita juga memberikan testimoninya. “ Enam puluh delapan tahun pengabdian Undip adalah bukti bahwa inovasi bukan hanya gagasan, tetapi juga wujud cinta kepada bangsa,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....