Mengenal Edelweis Jawa: Bunga Abadi dari Puncak Gunung
- 29 Sep 2025 07:55 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Bagi para pendaki gunung, Edelweis Jawa (Anaphalis javanica) bukanlah nama yang asing. Bunga ini sering disebut sebagai bunga abadi, karena kelopaknya mampu bertahan lama meski sudah dipetik.
Edelweis Jawa menjadi salah satu ikon keindahan alam pegunungan Indonesia, sekaligus simbol cinta yang abadi. Ciri-ciri Edelweis Jawa antara lain:
- Bunga kecil berwarna putih kekuningan yang tumbuh bergerombol.
- Daun runcing dengan lapisan rambut halus berwarna keperakan, yang membantu tanaman bertahan dari suhu dingin.
- Tinggi tanaman bisa mencapai 1–2 meter di alam bebas.
Keindahan inilah yang membuat banyak orang terpesona dan menjadikannya bunga istimewa. Edelweis Jawa hanya dapat ditemukan di ketinggian antara 1.800 hingga 3.400 meter di atas permukaan laut.
Beberapa gunung di Jawa yang menjadi rumah bagi Edelweis adalah Gunung Gede Pangrango, Semeru, Merbabu, dan Sindoro. Sayangnya, karena sifat habitatnya yang terbatas, Edelweis termasuk tanaman endemik yang rentan punah.
Sejak lama, Edelweis dianggap sebagai simbol cinta dan keabadian. Banyak cerita pendaki yang menjadikan bunga ini sebagai tanda kasih sayang.
Namun, kepercayaan tersebut justru membuat Edelweis kerap dipetik dan dijadikan kenang-kenangan, padahal tindakan ini bisa merusak ekosistem pegunungan. Karena statusnya yang semakin langka, Edelweis Jawa kini termasuk dalam tumbuhan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia.
Pendaki diimbau untuk tidak memetiknya, melainkan cukup menikmati dan mengabadikan keindahannya lewat foto. Beberapa kawasan konservasi juga telah melakukan penangkaran Edelweis agar populasinya tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....