Fenomena "Fear Mongering", Tebar Ketakutan dalam Masyarakat

  • 09 Sep 2025 12:58 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Fenomena fear mongering adalah praktik penyebaran ketakutan berlebihan melalui informasi yang seringkali dilebih-lebihkan atau dimanipulasi. Strategi ini umumnya dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan politik, ekonomi, ataupun kontrol sosial dalam masyarakat.

Fear mongering sering kali berkembang pesat melalui media massa maupun media sosial yang memiliki jangkauan informasi sangat luas. Ketika informasi menakutkan terus-menerus dipaparkan, publik menjadi lebih mudah terpengaruh dan kehilangan objektivitas.

Praktik ini dapat menciptakan ketidakstabilan psikologis, karena rasa takut berlebihan mampu memicu kecemasan dan kepanikan massal. Akibatnya, masyarakat menjadi rentan terhadap manipulasi dan cenderung mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

Secara politik, fear mongering digunakan untuk menciptakan polarisasi dan memengaruhi preferensi publik terhadap tokoh tertentu. Taktik ini berbahaya karena mengaburkan fakta, serta membuat masyarakat terpecah belah dan kehilangan rasa percaya.

Dalam bidang kesehatan, fear mongering sering terjadi pada isu penyakit menular, obat-obatan, atau vaksinasi massal masyarakat. Penyebaran informasi menakutkan tanpa dasar ilmiah memperburuk stigma, meningkatkan ketidakpercayaan, dan menghambat upaya penanggulangan penyakit.

Dampak sosial dari fear mongering dapat menurunkan solidaritas, karena individu lebih sibuk menjaga keselamatan diri sendiri. Hal ini dapat memperlemah kohesi sosial, meningkatkan diskriminasi, dan menimbulkan konflik antar kelompok berbeda.

Masyarakat harus mampu membedakan antara informasi faktual dengan berita yang mengandung unsur manipulatif dan menakutkan. Keterampilan literasi media dan berpikir kritis menjadi kunci utama untuk menolak informasi yang menyesatkan.

Langkah preventif penting adalah memverifikasi setiap informasi melalui sumber resmi dan lembaga terpercaya sebelum mempercayainya. Dengan begitu, masyarakat terhindar dari jebakan kepanikan kolektif akibat fear mongering yang beredar luas.

Pemerintah dan media juga memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi seimbang, transparan, dan berbasis data ilmiah. Ketepatan dan kejujuran penyampaian berita membantu mengurangi potensi penyalahgunaan informasi untuk kepentingan tertentu.

Secara individu, penting menjaga ketenangan, melatih empati, serta mengedepankan dialog sehat dalam menghadapi isu-isu menakutkan. Dengan sikap bijak, masyarakat dapat memutus rantai fear mongering, sekaligus menciptakan lingkungan informasi lebih sehat dan aman. (Michelle Sabda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....