Wisuda Ke-179, 66 Persen Wisudawan Undip Raih Cumlaude
- 30 Jul 2025 08:52 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Universitas Diponegoro menggelar Upacara Wisuda ke-179 di Gedung Muladi Dome, Kampus Tembalang, pada 28 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dari 5.378 lulusan, sekitar 66 persennya berhasil lulus dengan predikat cumlaude.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Heru Susanto merinci, wisuda meliputi 77 lulusan Program Doktor, 562 Magister, 85 Pendidikan Dokter Spesialis, 225 Profesi, 3.766 Sarjana, 453 Sarjana Terapan (D4), dan 210 Diploma. “Tidak kurang dari 3.572 lulusan meraih predikat cumlaude atau setara 66,42% dari total wisudawan,” katanya.
Selain itu, tercatat 599 lulusan merupakan penerima beasiswa Bidikmisi. Dua di antaranya adalah warga negara asing.
Prosesi dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Akademik Undip, Prof. Edy Rianto yang menyampaikan apresiasi kepada para lulusan dan keluarga. “Kami bangga bahwa Undip saat ini menduduki peringkat teratas di Indonesia dalam hal kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan,” ungkapnya.
Sementara, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Suharnomo, dalam sambutannya mengumumkan kabar membanggakan. “Minggu lalu, Undip dianugerahi sebagai Kampus Pendorong Percepatan Pembangunan dalam ajang DetikJateng-Jogja Awards 2025, sebuah pengakuan nasional dari media di Indonesia,” katanya.
Rektor juga menegaskan pentingnya membawa spirit Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat ke tengah masyarakat. “Bermartabat artinya menjaga kehormatan sebagai lulusan Undip, dan bermanfaat berarti sebaik-baiknya manusia atau lembaga adalah yang paling banyak memberi manfaat,” tegasnya.
Prof. Suharnomo menyinggung hasil riset dari World Economic Forum mengenai keterampilan penting tahun 2025 yang melibatkan lebih dari 13 juta responden. Ia menyebutkan, analytical thinking; resilience, flexibility and agility; leadership and social influence; creative thinking; motivation and self awareness; technological literacy kini menjadi keterampilan yang paling dibutuhkan.
“Hal ini menunjukkan bahwa sisi-sisi kemanusiaan semakin penting, baru setelah itu teknologi seperti AI dan big data. Teknologi memang penting, tapi yang menentukan kesuksesan tetap manusia itu sendiri,” jelasnya.
Ia pun menutup pidatonya dengan dua pesan kuat. “Jangan mager, di mana your networking is your currency, jangan baper dengan biasakan kuat, jangan hanya pintar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....