Mengenal Embun Upas, Membeku di Dataran Dieng
- 21 Jul 2025 08:20 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Embun upas merupakan fenomena alam yang sering terjadi di kawasan dataran tinggi Dieng saat musim kemarau. Suhu udara mencapai titik beku sehingga membentuk kristal es di permukaan tanah dan tumbuhan.
Fenomena ini umumnya muncul antara bulan Juli hingga Agustus saat suhu malam hari turun drastis. Pada dini hari, suhu bisa mencapai minus satu hingga tiga derajat celcius di beberapa titik Dieng.
Penduduk setempat menyebutnya sebagai “embun racun” karena dapat merusak tanaman pertanian yang dibekukan. Tanaman kentang dan sayuran menjadi yang paling terdampak karena lapisan es merusak struktur daunnya.
Meski merugikan petani, embun upas menjadi daya tarik wisatawan yang ingin melihat kristal es alami. Wisatawan biasanya berburu momen pagi hari untuk menyaksikan embun membeku di rerumputan.
Pemerintah setempat memanfaatkan fenomena ini sebagai promosi wisata unik khas dataran tinggi Dieng. Festival dan promosi media sosial digelar untuk menarik minat pengunjung menikmati keindahan es tropis.
Para wisatawan disarankan mengenakan pakaian hangat karena suhu pagi sangat menusuk kulit dan membekukan udara. Jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala menjadi perlengkapan wajib saat mengunjungi Dieng saat fenomena ini.
Petani lokal biasanya menyesuaikan jadwal tanam agar tanaman tidak berada di fase sensitif saat embun upas muncul. Selain itu, beberapa menggunakan pelindung plastik untuk melindungi tanaman dari suhu ekstrem.
Fenomena embun upas juga menarik perhatian para peneliti iklim dan lingkungan karena mencerminkan perubahan pola cuaca global. Perubahan suhu ekstrem menjadi indikator penting untuk pemantauan iklim lokal.
Masyarakat dan pemerintah terus mencari solusi agar kerugian ekonomi akibat embun upas tidak terlalu besar. Edukasi pertanian, promosi wisata, dan adaptasi cuaca menjadi strategi utama dalam menghadapi fenomena tahunan ini.
Embun upas di Dieng menunjukkan bagaimana alam bisa menjadi tantangan sekaligus anugerah yang harus dikelola bijak. Fenomena ini mengajarkan harmoni antara manusia, cuaca, dan daya tarik alam yang luar biasa. (Michelle Sabda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....