Mengenal Alat Ukur Waktu dari Masa ke Masa
- 03 Jul 2025 18:34 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Di dunia ini, ada banyak hal yang bisa diukur dengan menggunakan alat tertentu, seperti panjang, berat, dan isi atau kedalaman dari suatu benda. Nah, waktu juga termasuk dalam suatu hal yang dapat diukur dengan memakai alat ukur yang sesuai.
Waktu biasanya dihitung untuk melihat berapa lama durasi yang dibutuhkan untuk melakukan sesuatu dan untuk menunjukkan pergantian hari. Penggunaan alat pengukur waktu telah lama digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Alat pengukur waktu yang paling umum digunakan adalah jam. Jam sendiri telah mengalami berbagai perkembangan sejak kemunculan pertamanya pada zaman dahulu.
Dikutip dari beberapa sumber, inilah beberapa jenis alat ukur waktu dari masa ke masa :
1. Jam matahari
Jam matahari merupakan alat ukur waktu tertua di dunia, yang mana alat ini ditemukan pertama kali di Mesir sekitar tahun 3.500 SM. Jam ini tersusun atas dua bagian, yaitu papan besar berbentuk lingkaran dan papan bernama gnomon yang berdiri tegak lurus di tengah.
Sederhananya, jam matahari memanfaatkan cahaya matahari yang dipantulkan pada papan gnomon untuk menghasilkan bayangan berupa garis tebal di papan besar.
Pergerakan matahari akan membuat pantulan garis bayangan di papan besar ikut berpindah. Garis inilah yang menunjukkan waktu dalam hitungan jam pada jam matahari.
2. Jam air
Sekitar tahun 1.400 SM, para ahli di Mesir menciptakan alternatif lain dari jam matahari, yaitu jam air atau yang diberi nama klepsidra (clepsydra).
Alat pengukur waktu ini berbentuk bejana dengan lubang kecil yang berada di bagian bawahnya. Pada permukaan bejana, terdapat gambar ukiran yang merupakan tanda untuk mengukur waktu.
Waktu per jam pada jam air dapat diukur dengan mengisi air ke dalam bejana tersebut. Saat air sudah terisi, isinya perlahan akan berkurang karena air keluar dari lubang kecil di bawah.
Ketika ketinggian air mencapai tanda penunjuk, maka waktu telah mencapai satu jam, begitu pun seterusnya saat mencapai tanda-tanda berikutnya.
3. Jam pasir
Melihat dari mekanismenya, jam pasir dapat dikatakan mengadopsi cara penghitungan waktu pada jam air. Bedanya, jika pada jam air isinya menetes keluar dari lubang kecil di bejana, maka pada jam pasir isinya mengalir turun melalui saluran sempit yang menghubungkan dua tabung gelas
Jam pasir termasuk salah satu alat ukur waktu yang masih dipakai sampai saat ini. Bentuknya yang menarik sering kali dijadikan sebagai pajangan atau hiasan di rumah oleh sebagian orang.
Alat ini mempunyai satuan waktunya sendiri, tergantung kecil atau besarnya ukuran jam pasir yang dibuat. Cara menghitung waktu pada jam pasir adalah dengan membalikkan benda tersebut agar butiran pasir halus dapat berpindah dari tabung atas ke tabung bawah.
Waktu akan berakhir jika seluruh isinya sudah pindah ke bawah.
4. Jam astrolabe
Diera sekarang terasa asing ketika mendengar nama alat pengukur waktu yang satu ini. Namanya adalah jam astrolabe, yang mana dalam pengukuran waktunya menggunakan astronomi sebagai patokannya.
Jam astrolabe umumnya memiliki ukuran besar dengan desain yang cukup rumit. Alat ini berfungsi sebagai penunjuk waktu dan kalender tahunan.
Jam ini juga membantu seseorang untuk memprediksikan letak matahari, bintang, dan planet.
Mengingat jam astrolabe merupakan salah satu penemuan yang sudah ada sejak zaman dahulu, saat ini alat pengukur waktu tersebut sudah sulit ditemukan. Meskipun begitu, dalam sejarahnya alat ini sempat digunakan untuk menentukan waktu salat dan awal bulan Ramadhan bagi umat Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....