Mengenang ani-ani, Alat Tradisional Pemetik Padi
- 12 Jun 2025 21:44 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Ani-ani, bagi kaum milenial sekarang merupakan sesuatu yang asing bahkan belum pernah dilihat, belum pernah di dengar sebelumnya. Ani-ani mengandung nilai sejarah di bidang pangan yang perlu dikenang.
Ani-ani merupakan alat tradisional pemanen padi jaman dulu yang biasanya digunakan kaum ibu untuk panen padi. Padi lawas. Padi lawas merupakan jenis padi yang tingginya bisa mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter dan dengan masa tanam hingga panen yang relatif lama.
Dengan ketinggian padi lawas tersebut, tidak memungkinkan memanen padi dengan sabit atau peralatan modern seperti saat ini. Oleh karena itu, diciptakannya alat yang bernama ani-ani.
Terbuat dari lempengan logam tajam mirip pisau kecil yang ditancapkan pada kayu dengan bentuk sedemikian rupa. Sehingga bisa digunakan oleh tangan manusia untuk memotong untaian bulir padi.
Uniknya, memotong padi dengan alat tradisional tersebut harus dilakukan satu per satu setiap pohon padi. Tidak bisa memotong dalam jumlah banyak sekaligus seperti saat ini ketika menggunakan sabit.
Namun, bukan berarti proses panen tidak bisa cepat selesai. Bagi kaum ibu, pekerjaan itu bisa dilakukan dengan trampil dan cekatan.
Hasil panen-pun tidak langsung diolah hingga menjadi bulir gabah seperti saat ini, melainkan masih dipetik bersama tangkainya lalu diuntai. Untaian padi tersebut dijemur sampai kering, setelah itu dimasukkan ke lumbung gabah.
Ani-ani rupanya sudah ditinggalkan karena adanya berbagai perubahan baru dalam dunia pertanian. Diera sekarang padi berbatang tinggi tidak dibudidayakan lagi karena masa panen terlalu lama.
Sejak dikembangkan jenis padi introduksi berbatang rendah sekitar 0,5 meter, saat memanennya tidak lagi memungkinkan menggunakan ani-ani. Dizaman sekarang ani-ani sudah sulit dijumpai bahkan telah termasuk barang antik dan bersejarah dalam bidang pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....