Sejarah Cokelat: Minuman Pahit Bangsawan hingga Manisan Favorit Dunia
- 27 Sep 2024 13:12 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Cokelat, siapa yang tidak suka dengan kelezatannya? Di balik cita rasa manis dan leleh di mulut, cokelat memiliki sejarah panjang yang penuh dengan kejutan.
Asal-Usul Cokelat di Mesoamerika
Peradaban kuno Olmec di Amerika Tengah adalah yang pertama kali mengolah biji kakao menjadi cokelat. Minuman cokelat panas pahit menjadi hasil olahan pertama mereka.
Minuman ini bukan hanya sekadar pelepas dahaga, tetapi juga memiliki nilai ritual dan dianggap sebagai obat untuk berbagai penyakit. Bangsa Aztec dan Maya melanjutkan tradisi ini.
Mereka percaya bahwa cokelat adalah hadiah dari dewa dan sering dikonsumsi oleh para bangsawan dan prajurit sebelum berperang. Minuman cokelat pada masa itu sangat berbeda dengan cokelat yang kita kenal sekarang.
Selain pahit, minuman ini sering dicampur dengan cabai, vanili, dan rempah-rempah lainnya. Perkenalan cokelat dengan Eropa terjadi pada abad ke-16.
Konon, delegasi Kekchi dari Guatemala membawa minuman cokelat sebagai hadiah untuk raja Spanyol. Orang Spanyol kemudian menambahkan gula tebu dan rempah-rempah khas Eropa untuk menyamarkan rasa pahitnya.
Minuman cokelat cepat populer di kalangan bangsawan Eropa. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai "makanan para dewa".
Lambat laun, cokelat menyebar ke seluruh benua Eropa dan menjadi minuman favorit di kalangan masyarakat kelas atas.
Cokelat Bertransformasi
Pada abad ke-17, cokelat mulai diproduksi secara massal. Berbagai inovasi muncul, seperti pembuatan cokelat padat dan cokelat bubuk.
Cokelat pun semakin mudah dinikmati oleh masyarakat luas. Di abad ke-19, cokelat mulai diproduksi dalam berbagai bentuk, seperti cokelat batangan, cokelat permen, dan cokelat minuman instan.
Penambahan berbagai rasa dan topping membuat cokelat semakin beragam dan menarik. Indonesia juga memiliki sejarah panjang dengan cokelat.
Perkebunan kakao sudah ada sejak zaman Hindia Belanda. Meskipun bukan Belanda yang pertama kali membawa kakao ke Indonesia, namun mereka berperan besar dalam pengembangan industri cokelat di Nusantara.
Saat ini, cokelat telah menjadi salah satu makanan paling populer di dunia. Selain rasanya yang lezat, cokelat juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Cokelat tidak hanya dinikmati sebagai camilan, tetapi juga digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan berbagai produk makanan dan minuman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....