Kematian Burung Terakhir Carolina Parakeet Tahun 1918

  • 24 Feb 2025 05:29 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Pada awal 1900-an, langit Amerika dihiasi burung kecil berwarna hijau dan kuning cerah bernama Carolina parakeet. Burung ini merupakan satu-satunya spesies paruh bengkok yang berasal dari Amerika Serikat bagian timur.

Sayangnya, Carolina parakeet mengalami penurunan populasi yang cepat hingga akhirnya dinyatakan punah pada 21 Februari 1918. Hari itu menandai kematian Incas, individu terakhir yang hidup di penangkaran Cincinnati Zoo.

Kepunahan Carolina parakeet masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh ilmuwan. Salah satu keunikan burung ini adalah habitatnya yang tidak biasa, berbeda dari burung parkit lain yang umumnya hidup di daerah tropis.

Carolina parakeet pernah terlihat di berbagai wilayah, termasuk Texas dan bagian utara New York. Namun, laporan penampakan semakin berkurang hingga individu terakhir di alam liar ditemukan tewas di Florida pada 1904.

Incas sendiri berasal dari kelompok burung yang dibeli Cincinnati Zoo pada tahun 1885 seharga 40 dolar. Ia dipasangkan dengan burung bernama Lady Jane dan bertahan hidup selama 32 tahun di kebun binatang tersebut.

Sayangnya, meskipun Lady Jane sering bertelur, pasangan ini tidak berhasil menghasilkan keturunan. Mereka justru menendang telur-telur mereka keluar dari sarang, sehingga upaya penyelamatan spesies pun gagal.

Penyebab kematian Incas hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan ahli burung. Beberapa dugaan menyebutkan ia meninggal karena sakit, usia tua, atau bahkan patah hati setelah kehilangan Lady Jane.

Selain itu, faktor-faktor kepunahan Carolina parakeet masih menjadi teka-teki yang belum sepenuhnya terungkap. Para peneliti percaya bahwa kombinasi berbagai penyebab, termasuk perburuan dan hilangnya habitat mempercepat lenyapnya spesies ini dari dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....