Indo Nafaz Kembangkan Superfood, Tangani Stunting Timor Leste
- 07 Feb 2025 14:00 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Makanan olahan daun kelor, ternyata bisa dimanfaatkan untuk menangani gizi buruk maupun stunting yang kini menjadi persoalan global. Seperti halnya CV Indo Nafaz Group yang memproduksi superfood berbahan daun kelor untuk membantu mengurangi kasus stunting di negara tetangga, Timor Leste.
Indo Nafaz memperluas komitmen penanggulangan malnutrisi dan stunting melalui kerja sama di Palacio do Governo, kantor Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino. Penandatanganan dilakukan oleh CEO CV Indo Nafaz Group, Retno Wijayanti dan Assanami sebagai Minister of Rural Development and Community Housing, Kamis (6/2/2025).
Retno mengatakan, kerja sama pengembangan pengolahan daun kelor atau yang dikenal dengan marungi di Timor Leste ini, dilakukan dengan standar internasional. Indo Nafaz akan melakukan edukasi dan training tentang pentingnya konsumsi marungi sebagai superfood, serta kerja sama dengan menteri terkait lainnya.
"Kami juga melakukan training pengolahan dan industrial marungi di Timor Leste. Sebab, marungi harus diolah secara benar, supaya nutrisinya tidak hilang," jelas Founder Indo Nafaz Group itu dalam siaran pers, Jumat (7/2/2025).
Untuk menjalankan program ini, pihaknya juga melengkapi pelatihan marketing dan bisnis. Khususnya, kepada pelaku usaha lokal di Timor Leste.
Retno selaku anggota Rotary International District 3420 juga melakukan pendekatan ke Rotary Club di Dili agar ikut berpartisipasi menyukseskan program ini. Penanganan stunting sejalan dengan area fokus Rotary, yaitu kesehatan ibu-anak, pencegahan dan pemberantasan penyakit, serta pemberdayaan masyarakat desa melalui ekonomi.
Di sisi lain, Assanami menyambut positif program yang dikembangkan Indo Nafaz Group. Ia menegaskan, Pemerintah Timor Leste akan mendukung dan siap memfasilitasinya.
"Karena ini langkah penting untuk menanggulangi stunting, meningkatkan perekonomian desa, dan industrial di Timor Leste. Untuk proyek percontohan, program ini akan dimulai di District Suai, bersama dengan Camara de Comercio Industria (CCI) Covalima, Suai,” katanya.
Menurut dia, CCI merupakan kumpulan pengusaha di Negara Timor Leste. Ketersediaan Marungi yang sudah diolah di Timor Leste diharapkan bisa membantu pengentasan kasus stunting. (Royce)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....