Sajian Weh-wehan di Kaliwungu Makin Beragam, Ada Makanan Hingga Sayuran dan Telur
- 24 Agt 2026 21:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Sajian tradisi Weh-wehan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, Kabupaten Tegal makin beragam. Tidak hanya makanan tradisional, namun Weh-wehan yang disajikan beraneka ragam makanan, termasuk sayur-sayuran, buah-buahan hingga telur bebek dan telur ayam mentah.
Masyarakat Kaliwungu secara serentak melakukan tradisi Weh-wehan pada sore hari, tiap tanggal 11 Robiul Awal atau satu hari sebelum tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada tradisi Weh-wehan, tiap-tiap rumah menyajikan hidangan untuk saling dibagikan.
Tertarik dengan tradisi Weh-wehan, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari ikut melakukan Weh-wehan di Desa Krajan Kulon Kaliwungu pada Senin 24 Agustus 2026. Bupati juga membawa ratusan paket makanan untuk saling berbagi kepada sesama warga.
Bupati Kendal mengatakan, ikut tradisi Weh-wehan di Kaliwungu sebagai wujud syukur, sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat. Tradisi Weh-wehan merupakan warisan budaya yang bernilai luhur, sehingga harus dilestarikan.
"Tradisi Weh-wehan di Kaliwungu ini sudah didaftarkan juga oleh Dinas Pariwisata Kendal ke Kementerian Pariwisata. Tujuannya agar bisa masuk kalender event nasional, sehingga akan dikenal oleh daerah-daerah di Indonesia," harapnya.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kenapa, Achmad Ircham Chalid mengatakan, tradisi Weh-wehan di Kaliwungu didaftarkan sudah didaftarkan ke Kementerian Pariwisata untuk diusulkan menjadi salah satu event nasional. Yaitu melalui program Kharisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata. "Bulan Agustus sampai September ini waktu pendaftarannya, mudah-mudahan bisa masuk dalam proses Kharisma Event Nusantara," harapnya.
Kepala Desa Krajan Kulon, Abdul Latif mengatakan, tradisi Weh-wehan Kaliwungu paling ramai di Desa Krajan Kulon. Hal ini lantaran, awal mula tradisi Weh-wehan dilakukan oleh masyarakat Desa Krajan, terutama masyarakat yang berada di sekitar Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu. "Tradisi Weh-wehan ini terus berkembang, tidak hanya di sekitar Masjid Al Muttaqin, tapi di setiap desa di wilayah Kecamatan Kaliwungu," katanya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....