Tak Hanya Pameran, Kendal Open Fair 2026 Bagi-Bagi Hadiah untuk Pengunjung

  • 22 Jul 2026 18:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal – Stan-stan pameran di Kendal Open Fair (KOF) 2026 membanjiri pengunjung dengan beragam hadiah menarik, mulai dari sepeda gunung, barang elektronik, hingga minyak goreng. Berbagai hadiah tersebut disiapkan instansi pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan pameran di Stadion Utama Kendal.

Setiap stan memiliki mekanisme pemberian hadiah yang berbeda. Ada yang menggelar undian bagi pengunjung yang mengisi formulir dan akan diumumkan pada penutupan Kendal Open Fair, ada pula yang memberikan hadiah secara langsung.

Salah satunya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kendal. Pengunjung yang membayar pajak daerah menggunakan QRIS berhak memperoleh hadiah langsung berupa satu liter minyak goreng selama persediaan masih tersedia.

Kepala Bapenda Kendal, Abdul Wahab, mengatakan hadiah tersebut merupakan dukungan dari Bank Indonesia untuk mendorong masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran digital. "Hadiah minyak goreng ini disediakan oleh Bank Indonesia untuk mengajak masyarakat menggunakan QRIS," katanya.

Kendal Open Fair 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 21 hingga 27 Juli 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Bupati, Kendal Open Fair menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi mengenai berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal agar naik kelas.

Tak hanya menghadirkan pameran dan promosi produk, Kendal Open Fair juga dimeriahkan hiburan setiap hari dengan berbagai genre musik serta pertunjukan seni tradisional. Pemerintah Kabupaten Kendal memanfaatkan kegiatan ini sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi sanggar seni untuk terus berkarya.

"Ditampilkannya kesenian tradisional ini sebagai salah satu upaya melestarikan budaya. Setiap hari ada pentas seni budaya dari berbagai sanggar seni, sehingga pemberdayaan sanggar-sanggar kesenian di Kendal terus ditingkatkan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....