Ratusan Perahu Ramaikan Tradisi Sedekah Laut di Perairan Bandengan Kendal
- 12 Jul 2026 14:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Ratusan perahu mengikuti tradisi Sedekah Laut di perairan laut Kelurahan Bandengan Kendal, Minggu 12 Juli 2026. Para nelayan bersama keluarga dan kerabat, mulai anak-anak, pemuda dan orang tua bersama-sama naik perahu untuk mengikuti larung sesaji dan doa bersama.
Tradisi Sedekah Laut dikemas bersama Sedekah Bumi yang diramaikan gelar seni pertunjukan, seperti wayang kulit, campursari, barongan dan musik dangdut. Sebelum prosesi larung sesaji, digelar pawai karnaval dan ziarah ke makam tokoh leluhur Mbah Jenggot dan Mbah Rancang.
Tokoh masyarakat Kelurahan Bandengan, Zaenal Arifin mengatakan, tradisi Sedekah Laut digelar untuk melestarikan kebudayaan, yang di dalamnya ada kegiatan berziarah ke makam leluhur, yakni Makam Mbah Rancang dan Mbah Jenggot. Mbah Jenggot dikenal sebagai nelayan ulung, yang pekerjaannya mencari nener atau anakan ikan bandeng. "Mbah Rancang merupakan tokoh yang pertama kali membuka wilayah Bandengan," katanya.
Zaenal mengatakan, Mbah Jenggot merupakan salah satu ulama dari Kerajaan Mataram, yang baru diketahui ketika Tumenggung Bahurekso menjadi Bupati Kendal yang pertama. Menurut para ulama, nama asli Mbah Jenggot adalah Syekh Zakaria Umar. "Setelah ditelusuri, akhirnya diketahui nama asli Mbah Jenggot itu Zakaria Umar," jelasnya.
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kendal, Triyono mengatakan, kegiatan Sedekah Laut digelar secara sederhana, karena saat ini kondisi para nelayan cukup memprihatinkan. Namun tetap semangat para nelayan untuk tetap menggelar Sadranan atau larung sesaji di laut. "Harapan ke depan, kegiatan ini bisa didukung oleh pemerintah daerah, merasa diperhatikan, dan jangan terlena dengan keadaan, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan," katanya.
Ali Subhan, seorang panitia mengatakan, prosesi larung sesaji merupakan puncak dari kegiatan Sedekah Laut. Harapannya, dengan larung sesaji bisa menjadi berkah bagi masyarakat nelayan. "Larung sesaji ini hanya bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang sudah menjadi tradisi para leluhur," ujarnya.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, tradisi Sedekah Laut merupakan bagian yang penting dalam kehidupan masyarakat pesisir. Tradisi ini mencerminkan hubungan yang erat antara manusia dengan alam, sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas anugrah yang dilimpahkan oleh Allah SWT. "Tradisi budaya yang harus dilestarikan, karena merupakan warisan para leluhur yang tak ternilai harganya, agar generasi ke depan tetap bisa melestarikan tradisi budaya ini," katanya.
Menurut Bupati Kendal, kegiatan ini juga memberikan manfaat dan dampak yang positif dari berbagai hal, di antaranya untuk peningkatan pariwisata, pemberdayaan UMKM dan lainnya. Kegiatan seperti ini juga untuk meningkatkan silaturahmi di antara sesama warga. "Tentunya dengan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotong-royongan, sehingga akan menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Kelurahan Bandengan," pungkasnya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....