Menteri Wihaji Tinjau Penanganan Stunting dan Bedah RTLH di Purworejo

  • 20 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo, pada Kamis 18 Juni 2026. Fokusnya: meninjau langsung penanganan stunting dan rumah tidak layak huni, dilanjutkan dialog interaktif di Ganeca Convention Hall GCH Purworejo.

Bupati Purworejo, Yuli Hastuti menyebut kehadiran Menteri merupakan perhatian langsung Pemerintah Pusat. Hal ini jadi motivasi jajaran Pemkab untuk mengakselerasi program prioritas nasional bidang kependudukan dan keluarga.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan seluruh masyarakat, kami sampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Menteri beserta rombongan. Kami merasa sangat berbahagia, terhormat, sekaligus bangga karena Kabupaten Purworejo mendapat perhatian langsung," ujar Yuli.

Bupati menegaskan komitmen Pemkab Purworejo mendukung Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Pemkab juga mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis MBG untuk sasaran prioritas 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sementara itu, Menteri Wihaji mengapresiasi capaian Purworejo. Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di kabupaten ini 14%, sudah di bawah target nasional. "Di Purworejo sudah bagus, angka prevalensi stuntingnya 14 persen. Artinya sudah bagus. Namun capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kerja berkesinambungan dan kolaboratif," tegas Wihaji.

Menteri menyoroti Keluarga Risiko Stunting KRS. Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Genting, RTLH milik KRS akan dibedah dengan bantuan Rp50 juta per rumah. Bantuan untuk keluarga berisiko stunting akibat kondisi hunian tak sehat.

Sebelum menyerahkan bantuan, Wihaji meninjau rumah Ponikem di Kelurahan Lugosobo, Kecamatan Gebang. Rumah itu dihuni Ponikem bersama suami, anak, dan 3 cucu. Hasil tinjauan: sanitasi, kamar tidur, dan dapur kurang layak. "Tadi saya lihat kondisi MCK, tempat tidur, dapur. Dalam teori kesehatan, kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan stunting. Karena itu hari ini kita bantu lewat program Genting," jelasnya.

Selain rehab RTLH, pendampingan berkelanjutan akan dilakukan TPK agar penanganan tepat sasaran. Wihaji juga menekankan pengawasan ketat MBG agar benar-benar dinikmati sasaran 3B.

Malam harinya, Menteri Wihaji membuka Puncak Milad Majelis Dakwah Islamiyah ke-48 Grand Final MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional 2026 di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Purworejo.(Ags)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....