Jateng Luncurkan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Semarang

  • 06 Jun 2026 11:30 WIB
  •  Semarang

RRO.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi meluncurkan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang Jumat, 5 Juni 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai perkoperasian kepada generasi muda melalui integrasi materi perkoperasian ke dalam pembelajaran pada seluruh jenjang pendidikan.

Peluncuran program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Selain itu hasil Kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia, Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama, Gerakan Koperasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan perkoperasian yang sistematis dan berkelanjutan di Indonesia. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi dan sokoguru perekonomian nasional yang harus terus diperkuat melalui regenerasi.

“ Oleh karena itu, pembangunan koperasi tidak cukup hanya melalui penguatan kelembagaan dan permodalan, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan karakter dan pola pikir generasi muda sejak bangku sekolah. Program Insersi Pendidikan Perkoperasian dirancang untuk menjangkau peserta didik jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga SLB di seluruh Jawa Tengah , “ tutur Ahmad Luthfi.

Total penerima manfaat sekitar 6,3 juta peserta didik. Melalui pendekatan insersi, nilai dan materi perkoperasian diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada sesuai capaian pembelajaran pada masing-masing jenjang pendidikan.

“ Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran berlangsung efektif tanpa menambah beban kurikulum. Selain memberikan pemahaman tentang koperasi, program ini juga bertujuan membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai gotong royong, kejujuran, demokrasi, keadilan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kewirausahaan kolektif, “ tambahnya.

Dalam nyusunan program melalui serangkaian tahapan sejak Triwulan IV Tahun 2025, mulai dari koordinasi lintas sektor, pembentukan tim penyusun, penyusunan modul, Focus Group Discussion (FGD). Selai itu dengan melakukan audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga sosialisasi kepada berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Tengah.

“ Seluruh proses dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan materi yang disusun selaras dengan kompetensi dan capaian pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan. Melalui peluncuran ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor pendidikan perkoperasian di Indonesia,” tuturnya.

Gubernur menyatakan, Keberhasilan implementasi program ini memerlukan dukungan seluruh pihak. Dukungan mulai dari pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, guru, pengawas, gerakan koperasi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Program Insersi Pendidikan Perkoperasian diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter. Mereka berjiwa kewirausahaan, serta memahami prinsip ekonomi kerakyatan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (Rel).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....