PMK Masih Ada, Petugas Keswan dan Pemilik Sapi Sama-sama Antisipasi

  • 23 Mei 2026 22:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Pedagang dan peternak sapi di Kendal masih resah terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih ada. Pasalnya, sapi yang terkena PMK bisa mati, jika tidak mendapat perawatan yang serius.

Penjaga kandang sapi di Desa Margorejo Kecamatan Cepiring, Kendal, Muhammad Kholidul Rohman mengatakan, semua sapi yang ada di kandang sudah mendapat vaksin. Pemberian vaksin PMK dilakukan oleh petugas kesehatan hewan secara gratis. "Satu ekor satu dapat satu kali vaksin," ujarnya.

Kholidul mengaku, meskipun semua sapi yang ada sudah mendapatkan vaksin, namun keresahan masih tetap ada, karena kondisi PMK tahun ini lebih berbahaya dari tahun kemarin. Pasalnya, di beberapa kandang ada sapi yang mati terkena PMK.

"Dari mulai sakit sampai lima atau tujuh hari biasanya sapinya tidak kuat. Ada yang tidak diketahui ternyata sudah mati, sehingga banyak yang dipotong," katanya.

Kholidul mengatakan, meskipun sudah divaksin, upaya lain untuk pencegahan dari PMK tetap dilakukan. Salah satu yang dilakukan yaitu rutin memberi ramuan jamu herbal. "Saya menggunakan ramuan kunyit, jahe ditambah telur dan gula merah, diberikan seminggu tiga kali," jelasnya.

Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, drh. Septiana Wulandari mengatakan, pencegahan terhadap PMK terus dilakukan dengan memberikan vaksin PMK. Petugas sudah keliling ke pedagang, pengepul, penampungan maupun peternakan sapi. "Antisipasi PMK sudah dari awal, dengan pemberian vaksin PMK sejak Januari lalu," katanya.

Drh. Septiana mengatakan, di Kendal saat ini masih ada dua kasus PMK. Penanganan secara aktif masih dilakukan agar cepat sembuh. "Dua sapi itu terkena PMK sudah lama dan masih dalam pengobatan," ujarnya.

Drh. Septiana berpesan kepada pedagang sapi, agar sebisa mungkin menerapkan bio security atau disinfeksi kandang dan pembatasan orang yang keluar masuk kandang. Untuk hewan sapi baru datang, sebaiknya dipisah dulu dari hewan yang sudah lama. "Harus ada kandang karantina, karena belum tahu hewan yang baru datang itu sakit atau sudah bergejala, untuk mencegah jangan sampai menular ke hewan yang sudah ada di kandang," pungkasnya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....