Pemkab Kendal Targetkan Program Speling 2026 Sasar 56 Desa

  • 05 Mei 2026 18:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mengolaborasikan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Provinsi Jawa Tengah dengan program Rumah Sakit Berjalan Pemkab Kendal. Hal ini disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri kegiatan Speling di Desa Pucangrejo, Kecamatan Pegandon, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Kendal mengatakan, kolaborasi ini dinilai menjadi langkah konkret mengatasi kesenjangan akses layanan dokter spesialis, terutama bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari rumah sakit. Bupati Kendal pun akan meningkatkan program yang di tahun 2026 menyasar 56 desa agar menjangkau lebih banyak warga.

"Ini upaya kami agar masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses dokter spesialis, karena tidak harus ke rumah sakit, tapi pelayanan kita yang datang ke desa,” katanya.

Menurut Bupati Kendal, selama ini kendala biaya, jarak, hingga antrean panjang di rumah sakit menjadi alasan masyarakat enggan memeriksakan diri. Padahal, keterlambatan pemeriksaan justru berisiko memperparah kondisi kesehatan.

"Kalau tidak pakai BPJS, biaya ke dokter spesialis cukup mahal. Belum lagi antre, maka program ini kita hadirkan gratis dan dekat, supaya masyarakat mau periksa sejak dini,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan pentingnya deteksi dini sebagai kunci peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit serius, pasien akan langsung dirujuk untuk penanganan lanjutan dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. "Kalau perlu tindak lanjut, pasti dirujuk dan tetap didampingi, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tandasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Kendal, dr Sri Rochayati menjelaskan, target 56 desa menjadi fokus hingga akhir tahun. Pada setiap kegiatan, jumlah pasien yang dilayani disesuaikan dengan kapasitas tenaga medis yang hadir, dengan prioritas pada kelompok rentan seperti anak dan ibu hamil.

"Program ini memang dirancang untuk mendekatkan layanan spesialis ke masyarakat desa. Jadi tidak semua harus ke rumah sakit, tapi layanan yang mendatangi warga,” jelasnya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....