Peringatan Hari Buruh di Kendal Diramaikan dengan Hiburan

  • 01 Mei 2026 20:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Ratusan buruh di Kabupaten Kendal memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan riang gembira, Jumat 1 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan konvoi sepeda motor dari Alun-alun Kaliwungu menuju Alun-alun Kendal, kemudian kumpul di halaman Mapolres Kendal.

Rombongan konvoi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Para buruh pun mendapat sambutan simpatik dari jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Kendal yang membagikan bunga mawar kepada para buruh.

Pembagian bunga tersebut menjadi simbol apresiasi atas peran buruh dalam menopang perekonomian. Polwan Kendal, Iptu Rini mengatakan, pemberian bunga mawar merupakan bentuk penghormatan kepada para pekerja.

Tanpa buruh, kata dia, perekonomian tidak akan berjalan, karena buruh merupakan salah satu penyangga utama negara. "Ini sebagai bentuk simpati kami kepada para buruh yang telah bekerja keras memenuhi kebutuhan keluarga," ujarnya.

Para buruh juga tetap menggelar orasi di depan Kantor Bupati Kendal untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak sistem outsourcing dan meminta pemerintah menindak tegas perusahaan yang memberikan upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik aksi para buruh yang berlangsung tertib dan damai. Ia mengapresiasi sinergi antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas peringatan May Day tahun ini.

"Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan buruh dan ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara buruh dan pemerintah,” katanya. Setelah konvoi, kegiatan dilanjutkan di halaman Mapolres Kendal dengan berbagai hiburan, mulai dari pentas musik hingga joget bersama.

Panitia juga menyediakan doorprize serta santunan bagi warga kurang mampu. Ketua Asosiasi Serikat Pekerja Kendal, Sudarmaji mengatakan, peringatan May Day tahun ini dikemas lebih meriah namun tetap kondusif.

Penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara damai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. “Ini bukti bahwa buruh dan pemerintah bisa berkolaborasi dengan baik. Harapannya, UMK Kabupaten Kendal tahun 2027 bisa segera ditetapkan, serta tenaga kerja asing yang bekerja sebagai buruh kasar dapat ditertibkan, karena masih banyak warga lokal yang membutuhkan pekerjaan,” tegasnya. (FR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....