Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Rembang Perkuat SDM dan Pelayanan Pariwisata

  • 27 Mar 2026 12:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang – Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Rembang berkomitmen memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan. Hal tersebut disampaikan dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah(RKPD) 2027 di ruang paripurna DPRD Rembang, Jumat, 27 Maret 2026.

Perwakilan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata(Pokdarwis) Rembang, Abdul Wahid, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku wisata. Menurutnya, penguatan SDM menjadi kunci pengembangan sektor pariwisata.

Selain itu, ia mendorong peningkatan pelayanan wisata melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah(OPD). Hal tersebut mencakup aspek infrastruktur, keamanan, keselamatan, kesehatan, serta penyediaan informasi.

“Kalau bisa berkolaborasi semua OPD, terutama untuk infrastruktur, keamanan, keselamatan, kesehatan, dan informasi, termasuk hal-hal yang sempat viral kemarin,” ujarnya.

Wahid juga menyinggung penyesuaian tarif tiket di Pantai Karangjahe. Ia menyebut kebijakan tersebut telah melalui musyawarah desa dan dituangkan dalam peraturan desa.

“Di Karangjahe itu sudah dimusyawarahkan di desa. Kami dari pengelola hanya melaksanakan Perdes,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Rembang Fahrudin menyatakan pemerintah sejalan dengan upaya penguatan SDM pariwisata. Ia menyebut peningkatan kapasitas telah difasilitasi melalui program Dinas Pariwisata.

“Peningkatan SDM pariwisata sudah kami upayakan melalui Dinas Pariwisata. Nanti akan dilihat model yang tepat seperti apa,” katanya.

Fahrudin juga memastikan koordinasi lintas OPD terus dilakukan untuk menjaga keamanan destinasi wisata. Pemkab bersama Forkopimda rutin melakukan rapat guna menjaga kondisi tetap kondusif.

“Jangan khawatir terkait ketertiban dan keamanan. Kami bersama Forkopimda secara rutin melakukan rapat dan koordinasi untuk menjaga stabilitas, termasuk potensi kerawanan di tempat wisata seperti Karangjahe,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dinas Pariwisata diminta melakukan evaluasi dan mendorong inovasi. Selain itu, program jangka panjang “satu desa satu sarjana” diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM pariwisata. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....