Bank Indonesia Tegal Dukung Kopi Pekalongan Tembus Pasar Eropa

  • 09 Mar 2026 15:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pekalongan – Sebanyak 19,8 ton kopi Robusta asal Kabupaten Pekalongan diekspor ke Yunani. Pengapalan Ekspor difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal, Senin, 9 Maret 2026.

Kopi robusta asal Kabupaten Pekalongan kembali menembus pasar Eropa setelah ratusan tahun. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 19,8 ton kopi robusta diekspor ke Yunani melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan tujuan Pelabuhan Thessaloniki di wilayah Makadonia.

Tidak tanggung-tanggung, nilai ekspor komoditas unggulan tersebut mencapai sekitar Rp1,4 miliar. Ekspor kopi ini dikelola oleh kelompok usaha Lumbung Kopi Nusantara yang menghimpun hasil panen para petani kopi dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.

Pemilik Lumbung Kopi Nusantara, Irwan Ardiansyah, mengatakan seluruh kopi yang dikirim merupakan jenis robusta dengan kualitas yang disesuaikan dengan permintaan pasar Yunani.

Menurut Irwan, sebagian besar kopi berasal dari sentra perkebunan di Kecamatan Paninggaran dan Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen.

Menurutnya, permintaan dari pasar Yunani masih cukup tinggi. “Kami berencana kembali mengirim dua kontainer kopi pada Mei mendatang," ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Anis Rosyidi, mengatakan Pekalongan sebenarnya telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi sejak lebih dari tiga abad lalu. Pada awal abad ke-18, Bupati Tan Kwijan menerima sekitar 5.000 bibit kopi dari VOC dan menanamnya di wilayah selatan Pekalongan.

Pemerintah daerah mencatat luas lahan kopi di Kabupaten Pekalongan mencapai 768,91 hektare, terdiri dari 483 hektare kopi robusta dan 198 hektare kopi arabika. Keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat mendorong pengembangan budidaya kopi serta membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar internasional.

Rekomendasi Berita