Pertengahan Ramadan, 19.600 Tabung LPG Disalurkan

  • 03 Mar 2026 08:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jepara - Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan ketersediaan stok LPG 3 kilogram aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Jelang pertengahan Ramadan tahun ini, Kabupaten Jepara tercatat mendapat tambahan pasokan LPG sebanyak 19.600 tabung untuk menjamin kelancaran distribusi di tingkat konsumen.

Jumlah tambahan tersebut merupakan alokasi fakultatif yang disalurkan secara bertahap dalam pekan ini. Selain melalui jalur distribusi reguler ke pangkalan, penambahan stok ini juga mencakup penyaluran yang dilakukan melalui mekanisme operasi pasar di berbagai titik wilayah Jepara.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Jepara, Mukti Nurwijayanti, menjelaskan, proses penyaluran tambahan tersebut sudah mulai berjalan sejak awal pekan. Berdasarkan data yang ada, distribusi dilakukan secara intensif dalam dua hari berturut-turut untuk mengejar lonjakan permintaan.

“Pada pekan ini penyaluran kuota fakultatif LPG/tambahan, 2 Maret sebanyak 7.280 tabung. 3 Maret sebanyak 12.320 tabung,” ujarnya kepada awak media, Senin 2 Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan puasa. Dengan adanya tambahan ribuan tabung tersebut, diharapkan tidak ada kelangkaan LPG melon yang dapat memberatkan beban ekonomi warga di tengah menjalankan ibadah.

Tidak hanya mengandalkan tambahan kuota, Pemerintah Kabupaten Jepara juga menggelar operasi pasar LPG secara serentak pada tanggal 3 dan 4 Maret 2026. Kegiatan strategis ini menyasar langsung wilayah-wilayah yang dinilai membutuhkan intervensi pasokan lebih cepat.

Kegiatan operasi pasar tersebut rencananya akan digelar di 15 titik yang tersebar merata di 15 kecamatan se-Kabupaten Jepara. Dalam setiap titik pelaksanaan operasi pasar, pemerintah menyediakan alokasi sebanyak 250 tabung untuk dijual langsung kepada masyarakat sesuai harga eceran tertinggi.

Mukti Nurwijayanti menegaskan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini bertujuan murni untuk memitigasi potensi kendala stok di lapangan. “Harapannya distribusi tambahan dan operasi pasar dapat menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen,” kata Mukti menutup keterangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....