Bupati Rembang Siapkan Lahan Pembangunan Silo Gabah Bulog

  • 13 Feb 2026 14:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Bupati Rembang Harno menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan silo gabah dan sentra pengering jagung oleh Perum Bulog di Kabupaten Rembang. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Harno, pemerintah daerah siap menyiapkan lahan guna mendukung realisasi proyek tersebut. “Pemkab akan menyiapkan lahan minimal lima hektare. Kalau bersama jagungnya, bisa sampai tujuh hektare,” ujar Harno, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan silo dan sentra pengering jagung akan sangat membantu petani, terutama saat menghadapi kendala pascapanen. “Terutama sekarang panen jagung, karena hujan dan kondisi cuaca, kita agak susah pengeringannya,” katanya.

Harno mengungkapkan, salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di lahan milik pemerintah daerah di belakang kawasan Gedung Olahraga (GOR) yang dekat dengan Kampus Undip. Area tersebut dinilai memiliki akses yang memadai melalui Jalan Desa Kerep maupun jalur utama lainnya.

Pemerintah daerah berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan demi mendukung stabilitas pangan dan kesejahteraan petani. “Nanti akan saya hitung kebutuhan luasnya untuk semuanya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Kantor Cabang Pati, Meitha Nova Riany, mengatakan silo yang direncanakan memiliki kapasitas penyimpanan hingga 9.000 ton gabah. Gabah yang diserap nantinya akan disimpan sebelum diproses menjadi beras medium maupun premium.

“Nanti padi masuk ke mesin Bulog, disimpan dalam silo kapasitas 9.000 ton. Kapan pun mau diproses menjadi beras premium atau medium, hasilnya tetap fresh,” ujarnya.

Beras tersebut akan menjadi bagian dari Cadangan Beras Pemerintah. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Selain itu, Bulog juga merencanakan pembangunan sentra pengering jagung guna meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil panen petani. “Fasilitas ini untuk menurunkan kadar air setelah panen. Kalau itu ada, nilai tukar petani bisa meningkat dan harga mengikuti standar pemerintah,” ucapnya.

Bulog menyatakan seluruh pembiayaan pembangunan akan ditanggung pihaknya, sementara pemerintah daerah mendukung melalui penyediaan lahan hibah. Jika proses administrasi selesai, pembangunan ditargetkan dapat dimulai pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....