Menteri Imipas Dorong Lapas Kendal Jadi Sentra Pangan

  • 11 Feb 2026 20:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mendorong Lapas Terbuka Kendal menjadi sentra ketahanan pangan. Program pembinaan berbasis usaha produktif dipastikan terus berjalan dan melibatkan warga binaan.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja bersama Komisi Tiga Belas Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rabu, 11 Februari 2026. Kunjungan dilakukan untuk meninjau langsung pengembangan program ketahanan pangan di Lapas Terbuka Kendal.

Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi dikembangkan sebagai pusat kegiatan produktif berbasis pertanian, perikanan, dan peternakan. Dari proyeksi 92,5 hektar, sekitar 60 persen lahan telah dimanfaatkan secara aktif.

Berbagai komoditas dikembangkan, mulai dari melon premium hingga budidaya udang dan ikan salin. Peternakan bebek, sapi, dan kambing juga dikelola dengan dukungan mitra strategis Rejo Farm.

"Tadi juga disampaikan oleh pihak Rejo Farm bahwa fungsi sosial kepada masyarakat juga menjadi prioritas. Artinya, mudah-mudahan ini bisa memberikan kontribusi kepada Warga Binaan kami dan juga kepada masyarakat sekitar," ungkapnya.

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menilai lembaga pemasyarakatan tidak lagi layak dipandang sebagai beban negara. Menurutnya, program ini menunjukkan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

"Kalau selama ini Lapas dianggap sebagai beban, ini kita boleh berharap, dari Lapas-lah kemudian masa depan Indonesia kita kembalikan kejayaannya, dari pertanian, dari tangan beliau-beliau ini. Jadi kami sangat optimis, apalagi ini melibatkan banyak sekali universitas dan penggiat," ujar Willy.

Melalui optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi, kementerian terus mengembangkan pembinaan berbasis usaha produktif. Upaya ini diharapkan memberi bekal keterampilan bagi warga binaan sekaligus mendukung program prioritas nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....