Launching Buku Kaliwungu, Tandai Kebangkitan Penulis Daerah

  • 10 Feb 2026 19:56 WIB
  •  Semarang

KBRN, Kendal - Dunia penulisan buku di Kendal mulai ada tanda-tanda kebangkitan. Kebangkitan ini ditandai dengan launching sebuah buku berjudul "Kaliwungu dalam Lintas Ruang dan Waktu". Peluncuran buku dilaksanakan di pendapa Tumenggung Bahurekso Kendal, Selasa 10 Februari 2026. 

Buku yang diterbitkan oleh Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu ini merupakan kumpulan dari 11 penulis asal Kaliwungu. Para penulis ini dari berbagai profesi, di antaranya dosen, budayawan, politikus, tokoh ulama dan lainnya. 

Semua tulisan bertema tentang Kaliwungu, yang terbagi menjadi tiga bagian. Bagian I: Kaliwungu sebagai Kota Santri, yang berisi lima judul. Bagian II: Kaliwungu dalam Ruang Sosial dan Budaya, yang berisi enam juga. Bagian III: Masa Depan Kota Santri Kaliwungu, yang berisi lima judul. 

Mujib Rohmat, salah satu penulis yang menjadi politisi lima periode mengatakan, buku tentang Kaliwungu ini bisa menjadi rujukan bagi generasi muda. Pasalnya banyak generasi muda yang belum mengerti tentang sejarah Kaliwungu, budaya Kaliwungu dan lainnya. 

"Adanya buku ini, supaya mereka mengerti, karena ada generasi yang tidak mengerti tentang Kaliwungu, sejarah kota batik, kota santri dan banyak lainnya," katanya. Mujib berharap, agar segera dilanjutkan dengan kelanjutan buku ini atau trilogi Kaliwungu. 

Pasalnya, masih ada bagian-bagian yang belum diangkat dalam buku ini. Bisa juga buku tentang pemikiran dari tokoh-tokoh Kaliwungu untuk Indonesia. "Di sini ada 11 disertasi dan tulisan saat pengukuhan sebagai guru besar itu bisa dijadikan sebuah buku," katanya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari juga mengatakan, buku ini bisa menjadi rujukan dan literasi bagi masyarakat untuk memahami tentang kearifan lokal dan nilai-nilai luhur yang ada di Kaliwungu. Harapannya, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut setiap tahun bersama-sama dengan para penulis, akademisi, komunitas dan masyarakat lainnya. 

"Kami berharap juga di kecamatan lainnya, karena masing-masing kecamatan memiliki sejarah masing-masing, kearifan lokal dan nilai-nilai luhur juga," harapnya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....