Gema Keadilan Gelar Talk Show Kesehatan Mental Remaja

  • 08 Feb 2026 16:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Gema Keadilan Kendal menggelar talk show tentang kesehatan mental sebagai ruang aman bagi pelajar untuk mengungkapkan keresahan. Acara talk show merupakan bagian dari pelantikan pengurus baru Gema Keadilan Kendal periode 2026–2031 di Ruang Paripurna DPRD Kendal pada Minggu 8 Februari 2026.

Kepengurusan Gema Keadilan yang baru diketuai oleh Dwi Margo Utomo, yang juga anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pelantikan pengurus dihadiri oleh Arif Sapto Hudiyanto, Ketua DPD PKS Kabupaten Kendal. 

Dalam sambutannya, Dwi Margo Utomo menjelaskan bahwa Gema Keadilan merupakan organisasi kepemudaan PKS yang berfokus pada pengembangan potensi generasi muda. Gema Keadilan juga menjadi ruang pendidikan politik bagi pemuda.

“Gema Keadilan merupakan organisasi kepemudaan PKS yang fokus pada pengembangan potensi pemuda dan sekaligus sebagai tempat pendidikan politik pemuda,” jelasnya.

Dwi Margo mengatakan, pada pelantikan pengurus, juga diisi dengan agenda edukatif yang relevan dengan kebutuhan remaja saat ini. Yaitu talk show tentang kesehatan mental sebagai ruang aman bagi pelajar untuk mengungkapkan keresahan. 

"Makanya pada acara pelantikan juga mengundang anak-anak Gen Z dari kalangan pelajar," ujarnya. Talk show bertema kesehatan mental yang menghadirkan Nattaya Kenenza, Ketua KNPI Kendal dan Hanifah Nurul F, S.Psi., seorang psikolog. 

Talk show ini diikuti sekitar 200 pelajar se-Kabupaten Kendal, sebagai langkah awal pelayanan dan kepedulian terhadap remaja di tengah maraknya isu kesehatan mental di kalangan pelajar. Dalam paparannya, Nattaya menyoroti masih kuatnya stigma di kalangan pelajar terkait kesehatan mental. 

Pelajar sering merasa bahwa mengalami stres dan tekanan adalah sebuah kelemahan, sehingga mereka enggan mengungkapkan keresahan yang dirasakan. "Akibatnya, masalah kesehatan mental menjadi tidak tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Hanifah Nurul F menekankan bahwa gangguan mental tidak selalu muncul dalam bentuk ekstrem. Yang paling sering justru kelelahan yang dipendam, yang diam-diam merusak kualitas diri sendiri. 

"Makanya, perlu melatih jiwa yang mindful atau sadar emosi, agar tahu kapan harus berhenti dan memilih respons yang tepat,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, Gema Keadilan Kendal berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam mendampingi remaja menghadapi tantangan kesehatan mental. 

Selain itu akan memperkuat peran pemuda sebagai generasi penerus yang sehat secara mental, emosional, dan sosial. (FR)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....